
Pemprov Sulteng dorong warisan megalit jadi destinasi budaya dunia

Palu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mendorong warisan megalitikum untuk menjadi destinasi wisata budaya kelas dunia.
“Ini pekerjaan besar, tapi dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, pusat, akademisi, dan masyarakat adat, kita bisa menjadikan Sulteng sebagai pusat peradaban yang diakui dunia,” kata Gubernur Sulteng Anwar Hafid di Palu, Jumat.
Penegasan itu disampaikan Anwar saat menerima kunjungan tim Kementerian Kebudayaan. Dia menyambut baik rencana untuk menjadikan Sulteng dengan warisan megalitiknya sebagai Warisan Dunia UNESCO pada 2028.
Kata dia, rencana strategis itu sejalan dengan visi Pemprov Sulteng melalui program Berani Harmoni dan Berani Cerdas, yang menempatkan kebudayaan sebagai fondasi pembangunan daerah.
Gubernur juga mendorong Dinas Kebudayaan Sulteng untuk menyiapkan dokumen perencanaan pengembangan kawasan wisata budaya berbasis kebudayaan periode 2026–2029. Salah satu langkah strategis adalah penetapan kawasan khusus seluas 100–200 hektare, yang akan dikelola bersama pemerintah daerah dan masyarakat adat.
“Kawasan ini akan dikembangkan secara terpadu dengan infrastruktur pendukung, sehingga tidak hanya menjadi pusat pelestarian, tetapi juga destinasi wisata unggulan Sulteng,” katanya.
Selain itu, Museum Sulteng akan diperkuat perannya sebagai pusat pengetahuan dan wisata budaya. Saat ini museum menyimpan lebih dari 7.500 koleksi, mulai dari etnografi, arkeologi, hingga tradisi prasejarah seperti pembuatan kulit kayu berusia 4.500 tahun dan gerabah kubur yang disebut terbesar di Indonesia.
Pemprov berencana menjadikan museum lebih modern dengan teknologi digital, fasilitas videotron, dan tata pamer yang menarik, sehingga tidak lagi dianggap menakutkan, tetapi ramah bagi wisatawan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Sulteng Andi Kamal Lembah mengatakan peninggalan budaya di Sulteng, termasuk situs-situs megalitik yang tersebar di Poso, Morowali, Morowali Utara, Banggai hingga Kepulauan Togean, merupakan salah satu pusat peradaban tertua di dunia.
Lanjut dia, berbagai penelitian geologi, arkeologi, hingga DNA telah menunjukkan bahwa jejak budaya di kawasan ini memiliki keterkaitan dengan migrasi masyarakat hingga ke Guam dan Kepulauan Mariana.
“Peninggalan megalitik Sulteng terbukti lebih tua dibandingkan situs sejenis di negara lain. Ini menjadi bukti bahwa daerah kita adalah salah satu pusat peradaban dunia,” katanya.
Pewarta : Fauzi
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
