Gubernur Ajak Pebalap TdCC Saksikan Perahu Layar

id tdcc

Peserta Pebalap TdCC menyaksikan lomba Perahu Layar Tradisional yang di buka oleh Gubernur Sulteng Longki Djanggola yang digelar dalam rangka Festival Pesona Lipuku diikuti 25 kelompok didominasi nelayan setempat, Minggu (5/11) (Humas)

Palu, (antarasulteng.com) - Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola mengajak sejumlah pebalap sepeda internasional sekaligus melepas lomba balap perahu tradisional di Pulau Kadidiri, Kepulauan Togean, Kabupaten Tojo Unauna, Minggu.

Longki Djanggola berkunjung ke Togean dalam rangka lomba balap sepeda wisata yang dikemas dalam `Tour de Central Celebes/TdCC)`.

Ikut serta dalam rombongan Gubernur ke Togean adalah Wakil Bupati Tojo Unauna Admin AS Lasimpala dan sejumlah pebalap sepeda dari mancanegara yang akan mengikuti balap sepeda wisata di TdCC.

Etape satu balap sepeda itu rencananya akan dilepas, Senin (6/11) dari Tojo Unauna menuju Kabupaten Poso.

Lomba Perahu Layar Tradisional digelar dalam rangka Festival Pesona Lipuku diikuti 25 kelompok didominasi nelayan setempat.

Lomba yang rencananya finish di Pulau Wakai tersebut merupakan upaya promosi pariwisata di Kepulauan Togean, sebagai salah satu destinasi wisata bahari yang telah menginternasional.

"Seperti diketahui, gugusan Kepulauan Togean yang terdiri dari banyak pulau memiliki keindahan alam yang sangat indah," kata Longki melalui siaran persnya, Minggu malam.

Longki mengatakan Sulawesi Tengah merupakan provinsi dengan wilayah terluas di pulau Sulawesi dengan gencar melakukan usaha pembangunan secara berkelanjutan di berbagai sektor salah satunya sektor pariwisata.

"Kita bangun Sulawesi Tengah termasuk sumber daya manusianya dan memaksimalkan sumber daya alamnya khusus bidang pariwisata," katanya.

Hasil gambar untuk tdcc lomba perahu di ampana

Gubernur berkeyakinan Sulawesi Tengah memiliki potensi bahari yang sangat menjanjikan jika dikelola dengan baik akan mengangkat perekonomian masyarakat setempat. (skd)
Pewarta :
Editor: Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar