Ulfa dorong pemanfaatan lahan tidur di Kelurahan Kayumalue Ngapa

id DPRD,Palu,Kayumalue Ngapa

Ulfa dorong pemanfaatan lahan tidur di Kelurahan Kayumalue Ngapa

Anggota Dewa Perwakilan Rakyat Daerqh (DPRD) Kota Palu Ulfa saat melakukan penjaringan aspirasi masyarakat caturwulan III masa persidangan tahun 2025 di Kelurahan Kayumalue Ngapa, Selasa (21/10/2025). ANTARA/ (Kristina Natalia)

Palu (ANTARA) - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palu, Ulfa, mendorong pemanfaatan lahan tidur di wilayah Kelurahan Kayumalue Ngapa agar dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.

“Sangat disayangkan kalau banyak lahan tidur yang tidak bisa dikelola dan memberikan manfaat secara ekonomi kepada masyarakat,” kata Ulfa saat melakukan penjaringan aspirasi masyarakat Caturwulan III masa persidangan tahun 2025 di Kelurahan Kayumalue Ngapa, Selasa sore.

Menurut dia, salah satu kendala utama yang menyebabkan lahan di wilayah tersebut tidak dimanfaatkan adalah ketiadaan sumber air yang memadai, sehingga petani kesulitan untuk melakukan aktivitas pertanian.

“Kami sudah mendengar keluhan beberapa warga tentang persoalan air ini, dan akan menindaklanjutinya agar masyarakat mendapatkan solusi,” ujarnya.

Ulfa menjelaskan, pemerintah sebenarnya telah berupaya membangun cekdam di sejumlah wilayah tersebut untuk membantu para petani. Namun, pembangunan tersebut memerlukan anggaran besar dan perencanaan yang matang.

“Saya pernah meninjau langsung lokasi sumber air dan mendorong adanya pembuatan cekdam. Hanya saja, pelaksanaannya tidak mudah karena mencakup dua wilayah administratif, yakni Kota Palu dan Kabupaten Donggala,” katanya menambahkan.

Ia berharap pemerintah pusat dapat memberikan dukungan anggaran dan perencanaan teknis yang baik agar pembangunan cekdam dapat terealisasi dan benar-benar berfungsi untuk masyarakat.

“Harapan kami, nanti bukan hanya dibangun begitu saja, tetapi bisa berfungsi dengan baik sehingga masyarakat merasakan manfaatnya,” tutup Ulfa.

Pewarta :
Editor : Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.