Palu (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah melaporkan sebanyak 50 kepala keluarga (KK) terdampak banjir yang melanda Desa Poh, Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, pada Rabu (29/10) malam.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Tengah Akris Fattah Yunus dalam keterangannya di Palu, Kamis, mengatakan banjir terjadi sekitar pukul 21.00 WITA setelah hujan deras mengguyur wilayah Pagimana sejak petang.
“Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan debit air Sungai Poh meningkat dan meluap ke permukiman warga serta fasilitas umum di sekitar aliran sungai,” katanya.
Ia menjelaskan berdasarkan hasil asesmen awal, sedikitnya 50 KK terdampak, dua unit rumah mengalami rusak ringan, satu unit sekolah dan satu polindes turut tergenang air.
Akris mengatakan tidak ada laporan korban jiwa maupun warga yang mengungsi akibat peristiwa tersebut.
Ia melanjutkan pihaknya berkoordinasi dengan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Banggai yang masih melakukan asesmen di lokasi terdampak dan untuk langkah penanganan lebih lanjut.
Sementara itu, berdasarkan asesmen sementara, kebutuhan mendesak saat ini meliputi bantuan logistik penanggulangan bencana dan tenaga tambahan untuk pembersihan lingkungan.
Ia mengatakan situasi saat ini banjir telah surut, dan warga mulai membersihkan rumah masing-masing serta ruas jalan yang sebelumnya tergenang air.
“Banjir sudah surut, warga kini melakukan pembersihan rumah masing-masing dan ruas jalan,” ujarnya.
