Parigi, Sulteng (ANTARA) - Polres Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah memberikan edukasi kepada siswa/siswi SMP Negeri 1 Parigi tentang keselamatan berlalu lintas sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Operasi dengan sandi Zebra Tinombala 2025.
"Anak-anak remaja perlu diberi pemahaman yang kuat terkait keselamatan berlalu lintas di jalan raya guna menghindari kecelakaan lalu lintas," kata Kasi Humas Polres Parigi Moutong IPTU Arman usai melakukan sosialisasi keselamatan di SMP Negeri 1 Parigi, Selasa.
Ia mengemukakan, Operasi Zebra bukan hanya sekadar penegakan hukum, namun juga upaya preventif untuk menyelamatkan jiwa masyarakat, khususnya para pelajar yang rentan terhadap risiko kecelakaan lalu lintas di jalan raya.
Polisi setempat mengajak pihak sekolah ikut terlibat dalam pencegahan terhadap siswa/siswi yang melakukan aktivitas pelanggaran lalu lintas, termasuk peran aktif orang tua.
"Melalui edukasi ini kami berharap siswa/siswi SMP Negeri 1 Parigi bisa menjadi pelopor keselamatan dan tidak ikut-ikutan mengendarai kendaraan bermotor sebelum cukup usia,” ujarnya.
Menurut dia, kecelakaan lalu lintas kapan saja bisa terjadi bila pengendara lalai terhadap rambu-rambu, maka anak di bawah umur sebaiknya jangan diberi akses mengendarai sepeda motor di jalan raya.
Pada kesempatan itu, polisi juga menyampaikan sejumlah poin penting tentang keselamatan berlalu lintas yakni menggunakan helm sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI), larangan berkendara bagi pelajar di bawah umur.
Kemudian disiplin menyeberang jalan dan kewajiban mematuhi setiap rambu-rambu lalu lintas, karena kelalaian sering kali membuat orang celaka.
"Kami hanya bisa mengimbau, peran orang tua sangat penting dalam menjaga keselamatan anak," ucapnya.
Dari edukasi itu Polres Parigi Moutong berharap tercipta generasi muda yang sadar aturan, tertib, dan mampu menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungannya masing-masing.
"Operasi Zebra Tinombala 2025 sebagai salah satu upaya kepolisian menekan angka kecelakaan di jalan raya. Karena berkendara tanpa mematuhi aturan dapat mengancam keselamatan jiwa," ujar Arman.
Operasi Zebra Tinombala berlangsung selama 14 hari ke depan, di mulai 17-30 November 2025 yang dilaksanakan serentak di semua daerah, sebagai mana penekanan Kapolri bahwa setiap anggota polisi bertugas harus humanis.
