Sigi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah berupaya untuk meningkatkan predikat daerah itu menjadi Kabupaten Layak Anak (KLA) tingkat madya tahun 2026.
Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae mengatakan pentingnya dilakukan evaluasi hasil dari KLA yang merupakan instrumen nasional yang mendorong pemerintah daerah untuk mewujudkan pembangunan yang berorientasi pada pemenuhan, perlindungan, dan penghormatan hak-hak anak secara terintegrasi.
"Tentunya keberhasilan KLA bukan sekadar capaian administratif tetapi menjadi indikator strategis keberhasilan pembangunan manusia di Kabupaten Sigi," kata Rizal saat ditemui awak media di Sigi, Selasa.
Ia mengemukakan evaluasi itu sebagai dasar untuk memperkuat kebijakan, meningkatkan koordinasi lintas sektor, serta memperbaiki kekurangan yang masih ditemukan pada setiap klaster penilaian.
"Ke depan gugus tugas KLA wajib memastikan setiap perangkat daerah, lembaga layanan, termasuk pemerintah kecamatan dan desa memiliki pemahaman dan komitmen yang sama dalam mengintegrasikan indikator KLA ke dalam program, kegiatan, dan perencanaan tahunan," ucapnya.
Menurut dia, di Kabupaten Sigi masih terdapat berbagai isu yang berkaitan dengan kesejahteraan dan perlindungan anak, sehingga diperlukan intervensi komprehensif seperti kasus kekerasan terhadap anak, perkawinan anak, isu kesehatan dan gizi, pemenuhan hak pendidikan, serta perlindungan anak pada kondisi kedaruratan bencana.
"Harapannya seluruh lintas sektor bisa menghasilkan rekomendasi yang konkret, langkah tindak lanjut yang terukur, serta kesepakatan bersama untuk memperkuat implementasi KLA di seluruh lintas pemerintah, kelembagaan, NGO, masyarakat, dunia usaha, serta forum anak di Kabupaten Sigi," sebutnya.
Diketahui saat ini predikat Kabupaten Layak Anak (KLA) di Sigi yakni Pratama.
