Sponsor Tuntut Armstrong Agar Kembalikan Bonus

id Armstrong, Tour de France, sepeda

Sponsor Tuntut Armstrong Agar Kembalikan Bonus

Ilustrasi (antara)

Tuan Armstrong tidak lagi juara Tour de France, jadi dia tidak pantas untuk mempertahankan bonus yang telah diberikan oleh SCA," kata Jeffrey Dorough
Los Angeles - Perusahaan asuransi SCA Promotion asal Dallas, AS meminta agar Lance Armstrong mengembalikan bonus jutaan dolar yang telah diberikan kepada pebalap sepeda itu menyusul dicabutnya tujuh gelar juara Tour de France yang diraihnya.

"Tuan Armstrong tidak lagi juara Tour de France, jadi dia tidak pantas untuk mempertahankan bonus yang telah diberikan oleh SCA," kata Jeffrey Dorough, penasehat umum SCA melalui wawancara telpon, Senin (Selasa WIB).

Sehari sebelumnya di Jenewa, Swiss, badan balap sepeda internasional (UCI) secara resmi mendukung keputusan Badan Anti Doping AS (USADA) yang mencabut seluruh kemenangan Armstrong, termasuk tujuh gelar juara Tour de France yang dimenanginya dalam rentang 1999-2005.

USADA beberapa waktu lalu merilis bukti-bukti penemuan doping oleh Armstrong yang menjadikannya sebagai pusat program doping terbesar dalam sejarah olahraga.

Dorough menegaskan bahwa SCA menuntut pengembalian sebesar 7,5 juta dolar AS yang telah diberikan kepada Armstrong, termasuk lima juta dolar AS yang di antaranya berupa bonus.

Selama era Armstrong, perusahaan Tailwind Sports yang membawahi Tim US Postal Service menjalin kerjasama dengan SCA membayar premi untuk menjamin bonus yang dibayar kepada Armstrong ketika meraih gelar juara Tour de France.

Ketika SCA menarik bonus sebesar lima juta dolar setelah Armstrong meraih gelar juara Tour de France untuk keenam kalinya pada 2004 karena ada dugaan doping, Armstrong saat itu berhasil memenangi gugatan.

Armstrong berhasil memenangi kasus tersebut karena kontrak asli antara SCA dan Tailwind Sport tidak memasukkan klausul soal ketentuan doping.

Selama bertahun-tahun, SCA diperkirakan harus mengeluarkan total 12 juta dolar AS bonus kepada Armstrong.

"Tapi jumlah pasti yang bisa saya sampaikan adalah 7,5 juta dolar AS," kata Dorough.(SYS/SKD)

Editor : Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar