Warga Singapura Bermasalah Divonis Satu Tahun Penjara

id vonis

Kepala Kantor Imigrasi Palu, Suparman. (Foto Antara/Anas Masa)

Palu,  (antarasulteng.com) - Kepala Imigrasi Palu Suparman mengatakan seorang warga negara asing asal Singapura yang terlibat kasus pemalsuan dokumen kependudukan telah divonis satu tahun penjara oleh Pengadilan Negeri setempat.

"Selain itu, bersangkutan juga dikenakan denda sebesar Rp100 juta," katanya di Palu, Selasa.

Ia menjelaskan Amid Bin Roowi ditangkap petugas Imigrasi Palu ketika hendak mengurus pospor.

Setelah diselidiki, ternyata warga Singapura yang sudah menikah dengan gadis asal Desa Kamarora, Kabupaten Sigi itu adalah warga negara asing.

Namun, kata Suparman, bersangkutan memiliki dokemen kependudukan berupa KTP dan Kartu Kelurga yang dikeluarkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sigi.

Setelah ditelusuri ternyata bersangkutan bukan lahir di Semarang seperti surat keterangan yang dipegang kemudian menjadi dasar untuk mengurus KTP dan KK di Kabupaten Sigi.

"Hamid  Bin Roowi ternyata lahir di Singapura," kata dia.

Akibat perbuatannya itu, ia kemudian diseret ke Pengadilan Negeri Palu dan akhirnya divonis bersalah dengan kurungan satu tahun penjara dan denda sebesar Rp100 juta.

Foto Anas Massa.
Amid Bin Roowi, warga Singapura saat menjalani pemeriksaan di Kantor Imigrasi Palu Juli 2017 (Foto Anas Masa)

Bersangkutan ditangkap petugas sekitar Juli 2017.

Suparman mengatakan begitu bersangkutan bebas, langsung dideportasi oleh Imigrasi Palu dan juga dicekal masuk kembali ke Indonesia dalam jangka waktu yang ditentukan.

Sebelum menjalani sidang, warga Singapura yang sudah punya anak satu dari perkawinannya dengan seorang gadis asal Kabupaten Sigi itu ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Maesa Palu. (skd)
Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar