
Pemprov-Sulteng minta TPID tekan inflasi awal tahun 2026

Palu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) meminta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) kabupaten/kota se-Sulteng untuk mampu menekan inflasi di awal tahun 2026.
"Ayo kita cari tahu betul apa yang harus dilakukan supaya inflasi ini turun dan sehat kembali," kata Wakil Gubernur Sulteng Reny A. Lamadjido di Palu, Kamis.
Penegasan itu disampaikan Wagub dalam rapat koordinasi TPID se-Sulteng di Palu. Forum tersebut digelar secara hybrid dari Gedung Pogombo, Kantor Gubernur Sulteng.
Menurut dia, inflasi tahunan Sulteng Januari 2026 kembali bergerak naik dari ambang batas yang ditetapkan. Inflasi tahunan Sulteng pada Januari 2026 dibandingkan Januari 2025 berada pada angka 4,5 persen.
"Kondisi ini menjadi sinyal kuat agar seluruh unsur TPID se-Sulteng, menerapkan langkah-langkah antisipatif sejak dini," katanya menegaskan.
Sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) Sulteng melaporkan inflasi Januari 2026 sebesar 0,1 persen dibandingkan Desember 2025. Andil inflasi dari empat daerah pemantauan di Sulteng yakni Kota Palu menyumbang inflasi 0,24 persen, Kabupaten Banggai di Luwuk menyumbang inflasi 0,07 persen. Sementara, Kabupaten Morowali alami deflasi 0,13 persen dan Kabupaten Tolitoli alami deflasi 0,85 persen.
Selain itu, inflasi tahunan di Sulteng sebesar 4,55 persen yakni Januari 2026 dibandingkan Januari 2025. Andil inflasi dari empat daerah pemantauan di Sulteng yakni Kota Palu menyumbang inflasi 4,35 persen, Kabupaten Banggai di Luwuk menyumbang inflasi 5,92 persen, Kabupaten Morowali dengan inflasi sebesar 2,63 persen dan Kabupaten Tolitoli dengan inflasi 5,92 persen.
Pewarta : Fauzi
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
