
Korem-132/Tadulako tingkatkan kesiapan prajurit Satgas Pamtas RI-PNG

Palu (ANTARA) - Komando Resor Militer (Korem) 132/Tadulako, Sulawesi Tengah, meningkatkan kesiapan dan kemampuan prajurit yang tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Papua Nugini (PNG) melalui Program Latihan Satuan Tugas Sistem Blok (Proglatsi PSSB).
Komandan Korem (Danrem) 132/Tadulako Brigjen TNI Deni Gunawan dalam keterangannya di Palu, Kamis, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari tahapan persiapan sebelum pelaksanaan tugas pengamanan wilayah perbatasan negara di Papua yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini.
“Latihan Proglatsi Satgas Sistem Blok ini harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh. Serap setiap materi yang diberikan agar saat di daerah penugasan kalian mampu melaksanakan tugas dengan baik, aman, dan penuh tanggung jawab,” katanya.
Danrem menegaskan bahwa latihan tersebut menjadi tahapan krusial dalam membekali prajurit dengan berbagai kemampuan yang dibutuhkan di daerah penugasan.
Ia mengatakan latihan tersebut diikuti prajurit Yonif 714/Sintuwu Maroso yang tergabung dalam Satgas yang bertujuan meningkatkan kesiapan personel, baik kemampuan taktis, teknis, fisik, maupun mental, sebelum menjalankan tugas negara di wilayah operasi.
Ia juga menekankan pentingnya disiplin, profesionalisme, serta menjaga nama baik satuan dan TNI selama melaksanakan penugasan di wilayah perbatasan.
Danrem juga meninjau kawasan Gunung Biru di wilayah Tamanjeka, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, yang menjadi lokasi pelaksanaan latihan.
Kawasan tersebut dikenal memiliki kondisi geografis berupa hutan lebat dengan kontur ekstrem seperti perbukitan dan tebing terjal.
Wilayah itu juga pernah menjadi lokasi persembunyian kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang dipimpin Santoso dan menjadi area operasi keamanan pada masa lalu.
Ia mengatakan peninjauan ini merupakan bagian dari upaya memastikan kesiapan prajurit sekaligus memantau langsung kondisi wilayah yang memiliki karakteristik medan berat.
Selain itu, kegiatan tersebut juga menegaskan komitmen TNI dalam menjaga stabilitas keamanan serta memberikan rasa aman bagi masyarakat di wilayah Poso dan sekitarnya.
“Kesiapan prajurit, pemahaman medan, serta sinergi yang baik dengan seluruh unsur di wilayah menjadi kunci dalam menjaga keamanan dan ketertiban di daerah,” katanya.
Ia juga mengingatkan seluruh personel agar terus menjaga koordinasi dan komunikasi dengan aparat terkait serta masyarakat setempat sebagai bagian dari pendekatan teritorial yang humanis.
Melalui latihan tersebut, lanjut dia, prajurit Yonif 714/Sintuwu Maroso diharapkan memiliki kesiapan maksimal dalam menjaga kedaulatan wilayah serta menciptakan stabilitas keamanan di kawasan perbatasan RI–PNG, sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat di wilayah penugasan.
Pewarta : Nur Amalia Amir
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
