Bulog Sulteng Jamin Stok Sejumlah Komoditas Pangan

id bulog

Bulog (antaranews)

Palu,  (antarasulteng.com) - Perum Bulog Sulawesi Tengah menjamin stok sejumlah komoditas pangan yang dikuasainya cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sampai beberapa bulan ke depan.

Kepala Bidang Komersial Bulog Sulteng, Djabiruddin di Palu, Rabu mengatakan beras, gula pasir dan minyak goreng tersedia dalam jumlah memadai.

Ia juga mengatakan jika stok mulai menipis, Bulog segera menambah pasokan khusus untuk komoditas yang selama ini didatangkan dari luar Sulteng.

Bulog Sulteng sampai saat ini menguasai stok beras di gudang sekitar 20 ribu ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sampai beberapa bulan mendatang.

Begitu pula dengan komoditi lain seperti gula pasir dan minyak goreng.

Khusus minyak goreng, Bulog sebelumnya telah mendatangkan 20.000 liter.

Bulog Sulteng sekarang ini telah menjual beberapa komoditas pangan seperti minyak goreng, telur ayam, bawang merah, bawang putih, gula pasir dan beras.

Selain dijual ke rumah pangan kita (RPK), Bulog Sulteng juga melayani para pedagang pengecer, koperasi dan BUMdes.

Di Sulteng sampai sekarang ini sudah ada sekitar 700 RPK tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Sulteng. Namun terbanyak RPK di Kota Palu lebih dari 200 RPK.

Sejumlah warga mengatakan kehadiran RPK sangat membantu masyarakat. "Kami jarang sekali pergi ke pasar jika hanya membutuhkan kebutuhan tertentu seperti beras, minyak goreng, gula dan bawang," kata Elsa, seorang warga Palu.

Semua kebutuhan tersebut sudah bisa dibeli di RPK yang ada di permukiman penduduk setempat.

Hal senada juga disampaikan Junianti, seorang ibu rumah tangga di bilangan Jalan Tombolotutu. Ia mengatakan kehadiran RPK wi wilayah tersebut sangat membantu warga karena beberapa jenis komoditi yang dibutuhkan dijual di RPK.

Harganyapun relatif lebih murah dibandingkan di pasaran. Misalkan gula pasir dijual di RPK Rp12.500/kg. Sementrara di pasaran mencapai Rp13.000/kg. (skd) 
Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar