
Sigi gandeng pemangku kepentingan untuk atasi kasus stunting

Sigi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) menggandeng seluruh pemangku kepentingan sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor dalam penanganan kasus stunting di daerah tersebut.
Wakil Bupati Sigi Samuel Yansen Pongi mengatakan pentingnya kegiatan pra-musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) terkait stunting menjadi ruang strategis bagi seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di Kabupaten Sigi.
"Tentunya ini untuk menyatukan langkah dan komitmen kita semua dalam upaya percepatan penurunan kasus stunting di Sigi," katanya di Sigi, Senin.
Ia mengemukakan masing-masing OPD harus memiliki rencana program dan strategi intervensi untuk memastikan seluruh upaya penanganan stunting di daerah tersebut berjalan optimal, terarah dan efektif.
"Harapannya setiap perangkat daerah bisa menyelaraskan program dan kegiatan dengan fokus pada peningkatan gizi masyarakat, kesehatan ibu dan anak serta perbaikan sanitasi dan pemberdayaan masyarakat," ucapnya.
Ia menuturkan penurunan kasus stunting sejalan dengan arah kebijakan pembangunan pemerintah daerah pada tahun anggaran 2026 yang menempatkan penuntasan stunting sebagai salah satu prioritas daerah.
"Jadi untuk fokus tematik pembangunan daerah yakni pada sektor pangan, pendidikan dan penuntasan berbagai persoalan sosial lainnya," katanya.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Sigi bahwa kasus stunting pada 2025 di daerah tersebut turun sebesar 21,45 persen dari 33 persen menjadi 11,55 persen.
Terdapat lima desa di dua kecamatan di Kabupaten Sigi bebas dari kasus stunting, yakni Desa Mamu, Mapahi, dan Tuwo Tani Jaya Kecamatan Pipikoro serta Desa Tanah Harapan dan Sarumana, Kecamatan Palolo.
Pewarta : Moh Salam
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
