Logo Header Antaranews Sulteng

Polres Parigi siapkan delapan pos pengamanan mudik Lebaran Idul Fitri

Jumat, 13 Maret 2026 17:26 WIB
Image Print
Wakapolres Parigi Moutong Kompol Burhanuddin memberikan keterangan terkait operasi Ketupat Tinombala 2026. (ANTARA/Moh Ridwan)

Parigi (ANTARA) - Kepolisian Resor (Polres) Parigi Mouotng, Sulawesi Tengah menyiapkan delapan pos pengamanan dan pos pelayanan mudik Perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 lewat operasi dengan sandi Ketupat Tinombala.

“Delapan pos kami sediakan terdiri atas enam pos pengamanan (Pos PAM) dan tiga pos pelayanan,” kata Wakapolres Parigi Moutong Kompol Burhanuddin di Parigi, Jumat.

Ia mengemukakan kehadiran polisi melalui pos-pos yang sudah disiapkan untuk memastikan perjalanan masyarakat berjalan dengan aman, lancar, tertib, dan nyaman selama periode arus mudik dan arus balik.

Polres Parigi Moutong menyiagakan 111 personel terlibat dalam kegiatan pengamanan mudik Lebaran hingga arus balik nanti, di mana delapan pos tersebut ditempatkan pada titik-titik strategis.

“Adapun delapan pos pengamanan yang disiapkan mulai dari Tolai, Kecamatan Torue, Dolago, Parigi Selatan, Ampibabo, Tinombo hungga Kecamatan Moutong yang berbatasan dengan Provinsi Gorontalo,” ujarnya.

Ia menambahkan untuk pos terpadu di tempatkan pada kawasan Pos Harison dalam kota Parigi, kemudian pos pelayanan dan rest area di tempatkan pada simpang tiga Desa Toboli, Kecamatan Parigi Utara dan Desa Ogomolos, Kecamatan Mepanga.

Kata dia Parigi Moutong menjadi jalur strategis sebagai penghubung lintas provinsi di Pulau Sulawesi maupun kabupaten di Sulawesi Tengah, oleh karena itu kerawanan kecelakaan lalu lintas sangat berpotensi, termasuk kerawanan tanah longsor pada jalur-jalur di lereng gunung.

Selain itu, jalur Sausu di Parigi Moutong yang saat ini sedang proses rehabilitasi pada bagian lereng dan tuas jalan di pastikan aman dilalui kendaraan pemudik.

“Jalur Kebun Kopi juga memiliki tingkat kerawanan terhadap longsor. Kami mengimbau masyarakat selalu berhati-hati saat berkendara, bila terjadi hujan di jalur itu, sebaiknya pengendara menunda perjalanan atau menunggu hujan redah, karena potensi longsor sangat besar,” ucap Burhanuddin.

Ia menekankan para personel bertugas di lapangan mengedepankan sikap humanis dalam melayani masyarakat, termasuk membangun komunikasi yang positif dengan pihak-pihak lain selama masa penugasan.

“Sebagai lembaga penegak hukum, polisi juga sebagai pengayom masyarakat. Maka pelayanan selama masa penugasan harus optimal dan kebetulan dampak positif bagi masyarakat,” kata dia menuturkan.



Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026