
OJK: Kinerja sektor keuangan di Sulteng tahun 2025 relatif stabil

Palu (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja sektor keuangan di Provinsi Sulawesi Tengah sepanjang 2025 relatif stabil dengan pertumbuhan positif.
Kepala OJK Sulawesi Tengah Bonny Hardi Putra dalam keterangannya di Palu, Sabtu, mengatakan hingga 31 Desember 2025 industri jasa keuangan (IJK) di wilayah tersebut tetap stabil dengan kinerja yang positif, likuiditas yang memadai, serta profil risiko yang terjaga.
“Perkembangan industri perbankan, industri keuangan non-bank dan pasar modal di Sulawesi Tengah pada Desember 2025 tumbuh positif seiring dengan kegiatan edukasi dan inklusi keuangan serta pelindungan konsumen yang dilakukan secara berkelanjutan,” katanya.
OJK mencatat pada posisi 31 Desember 2025 secara tahunan (year on year/yoy), aset perbankan tumbuh 3,35 persen menjadi Rp81,71 triliun pada Desember 2025 dibandingkan Rp79,06 triliun pada Desember 2024.
Selanjutnya, dana pihak ketiga (DPK) juga tumbuh positif sebesar 4,67 persen dari Rp36,81 triliun pada Desember 2024 menjadi Rp38,53 triliun pada Desember 2025.
Sementara itu, kredit perbankan meningkat 0,69 persen dari Rp61,05 triliun pada Desember 2024 menjadi Rp61,47 triliun pada Desember 2025 dengan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) yang tetap terjaga di angka 1,06 persen.
Bonny mengatakan kinerja perbankan syariah juga menunjukkan peningkatan dengan nilai aset tercatat Rp4,26 triliun atau tumbuh 12,84 persen. Adapun pada sisi pembiayaan, posisinya mencapai Rp2,44 triliun.
Selain sektor perbankan, perkembangan industri keuangan non-bank (IKNB) di Sulawesi Tengah juga menunjukkan kinerja positif.
Nominal pembiayaan di Sulawesi Tengah pada Desember 2025 tercatat mencapai Rp7,76 triliun, meningkat dibandingkan Rp7,05 triliun pada Desember 2024.
Menurut dia, pertumbuhan tersebut didukung oleh kenaikan jumlah kontrak yang signifikan dari 614.579 kontrak menjadi 883.444 kontrak.
Sementara itu, kualitas pembiayaan tetap terjaga dengan rasio non-performing financing (NPF) berada pada level 2,08 persen, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 1,82 persen namun masih berada dalam batas aman sesuai standar pengawasan.
Di sisi lain, sektor dana pensiun juga menunjukkan tren positif dengan jumlah investasi pada Desember 2025 tercatat Rp110,52 miliar, naik dari Rp102,53 miliar pada periode yang sama tahun 2024.
Total aset dana pensiun juga meningkat menjadi Rp112,04 miliar dari Rp104,61 miliar pada Desember 2024.
“Pertumbuhan ini mencerminkan pengelolaan dana pensiun yang sehat dan berkelanjutan,” ujarnya.
Pewarta : Nur Amalia Amir
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
