
Kebun Raya Bogor catat kenaikan pengunjung 40 persen saat Lebaran

Kota Bogor (ANTARA) - Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, mencatat kenaikan jumlah pengunjung lebih dari 40 persen pada libur Lebaran 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 10 ribu pengunjung per hari.
Peningkatan kunjungan tersebut terjadi hingga H+3 Lebaran, seiring tingginya minat masyarakat menjadikan Kebun Raya Bogor sebagai alternatif wisata tanpa mudik.
Senior Manajer Operasional PT Mitra Natura Raya Afandika Akbar Utama di Kota Bogor, Senin, mengatakan tren kenaikan ini diharapkan terus berlanjut hingga akhir masa libur Lebaran.
“Pantauan kami libur Lebaran H+3 jumlah pengunjung Kebun Raya Bogor mengalami peningkatan lebih dari 40 persen dibandingkan tahun lalu. Kami menargetkan 100 ribu pengunjung dengan target 10 ribu pengunjung per hari,” ujar Afandika.
Menurut dia, lonjakan tersebut tidak lepas dari hadirnya program “Poelang Kampeong” yang digelar pada 21–29 Maret 2026 di Taman Reindwart, Kebun Raya Bogor.
Program ini dirancang sebagai alternatif ruang perayaan Lebaran bagi masyarakat yang tidak mudik, dengan menghadirkan suasana kampung halaman dalam satu kawasan.
Afandika menjelaskan, konsep yang diusung mengangkat tradisi, kebersamaan, serta aktivitas khas Lebaran yang dikemas dalam pengalaman yang hangat dan inklusif bagi pengunjung.
“Melalui tradisi, kebersamaan, dan aktivitas khas Lebaran, Kebun Raya dihadirkan sebagai ruang perayaan yang menghidupkan suasana pulang kampung dalam bentuk pengalaman yang relevan bagi pengunjung,” katanya.
Program “Poelang Kampeong” terbagi dalam empat zona utama, yakni Kampung Rasa, Kampung Budaya, Kampung Kumpul, dan Kampung Bermain.
Pada zona Kampung Rasa, pengunjung dapat menikmati beragam kuliner khas Nusantara yang dihadirkan oleh pelaku UMKM lokal, seperti mie kocok Bandung, pempek Palembang, gudeg Yogyakarta, hingga papeda gulung dari Papua.
Sementara itu, Kampung Budaya menghadirkan pertunjukan seni tradisional dari berbagai daerah, seperti tari Jaipong, Reog Ponorogo, tanjidor, hingga ondel-ondel yang dikemas secara interaktif.
Di sisi lain, Kampung Kumpul menjadi ruang santai bagi keluarga untuk berpiknik dan menghabiskan waktu bersama dengan konsep terbuka tanpa aktivitas yang mengikat.
Adapun Kampung Bermain menyuguhkan berbagai permainan tradisional seperti egrang, bakiak panjang, dan engklek yang dapat dimainkan bersama, sehingga menghadirkan nuansa nostalgia kampung halaman.
Pewarta : M Fikri Setiawan
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
