Logo Header Antaranews Sulteng

Basarnas-Palu fokus awasi objek wisata pada momen libur Lebaran

Selasa, 24 Maret 2026 22:49 WIB
Image Print
Kepala Sub Sektor Operasi dan Siaga SAR Kantor SAR Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Palu, Rusmadi. ANTARA/Moh Ridwan

Palu (ANTARA) - Kantor SAR Pencarian dan Pertolongan (Kansar) atau Basarnas Palu, Sulawesi Tengah fokus melalukan pengawasan objek-objek wisata yang ramai di kunjungi masyarakat pada masa siaga SAR pada momen libur Lebaran.

“Objek wisata salah satu tempat berisiko membahayakan keselamatan jiwa manusia, baik itu di pantai, gunung maupun objek wisata buatan lainnya. Maka kami hadir untuk mengantisipasi bila terjadi kondisi darurat,” kata Kepala Sub Seksi Operasi dan Siaga SAR Kansar Palu Rusmadi di Palu, Selasa.

Ia mengemukakan di masa libur Lebaran pihaknya menyiagakan personel di objek wisata pantai Kampung Nelayan dan Taipa Beach kawasan Teluk Palu dan Pantai Tanjung Karang di Kabupaten Donggala.

Objek-objek wisata itu pada hari libur menjadi pilihan utama masyarakat, tidak terkecuali masa libur Lebaran Idul Fitri sehingga ramai dikunjungi.

“Tempat-tempat itu masih menjadi favorit masyarakat, kehadiran kami untuk memberikan pertolongan maupun pencegahan terhadap kondisi membahayakan keselamatan jiwa,” ujarnya.

Dalam masa siaga SAR, Basarnas Palu mengerahkan 114 personel bergabung dalam satuan tugas (satgas) tersebut, khusus pengawasan objek wisata di Palu dan Donggala pihaknya menyiagakan empat personel di Tanjung Karang, lalu masing-masing lima personel di Kampung Nelayan dan Taipa Beach.

Selain personel, kata dia, pihaknya juga menyiagakan KN SAR Baladewa yang ditempatkan di Pelabuhan milik TNI-AL Kelurahan Watusamu, Kecamatan Ulujai.

“Kami juga menyiagakan alat utama (alur) SAR guna mendukung kegiatan Siaga SAR khusus Lebaran yang dimulai 13 sampan dengan 30 Maret 2026,” ucap Rusmadi.

Diharapkan hadirnya Siaga SAR oleh Basarnas dapat menekan ancaman insiden kecelakaan dari berbagai kondisi membahayakan keselamatan jiwa manusia.

Menurutnya tantangan dan permasalahan yang dihadapi setiap tahun bisa berbeda, tergantung situasi dan kondisi lokasi kejadian, maka dalam operasi siaga SAR pemantauan serta penempatan personel pada objek-objek vital menjadi langkah utama.

“Segala kemungkinan bisa saja terjadi kalau tidak dilakukan pencegahan. Setiap pengunjung wajib mematuhi aturan dari pengelola wisata. Khusus pengunjung wisata bahari sebaliknya tidak berenang melewati batas aman, karena hal itu bisa berisiko,” kata dia menuturkan.



Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026