Logo Header Antaranews Sulteng

Pemprov-Sulteng terus dorong hilirisasi komoditas unggulan durian

Sabtu, 28 Maret 2026 17:44 WIB
Image Print
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid meninjau proses produksi (packing house) durian milik PT Pondok Durian Sulawesi di Desa Marta Sari, Kabupaten Parigi Moutong. ANTARA/HO-Humas Pemprov Sulteng

Palu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) terus mendorong hilirisasi komoditas unggulan daerah, khususnya durian, dalam upaya meningkatkan nilai tambah dan memperkuat daya saing di pasar internasional.

Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid meresmikan rumah produksi (packing house) durian milik PT Pondok Durian Sulawesi di Desa Marta Sari, Kabupaten Parigi Moutong.

Anwar Hafid dalam keterangannya di Palu, Sabtu, menyampaikan apresiasi kepada manajemen dan pemilik perusahaan atas kontribusi nyata dalam pengembangan sektor pertanian, khususnya komoditas durian di Sulawesi Tengah.

Menurut dia, keberadaan packing house atau rumah kemas tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan ekspor, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menggerakkan perekonomian masyarakat secara menyeluruh dari hulu hingga hilir.

“Ini bukan hanya soal ekspor, tetapi bagaimana kita menggerakkan ekonomi masyarakat secara menyeluruh,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, lanjutnya, memberikan dukungan penuh terhadap operasional fasilitas tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah produk lokal.

Ia juga berharap perusahaan dapat menjaga stabilitas harga durian di tingkat petani guna memberikan kepastian pendapatan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami berharap perusahaan terus bersinergi dengan petani, menjaga kualitas produksi, serta memastikan harga tetap stabil dan menguntungkan semua pihak,” katanya.

Menurut dia, peresmian rumah produksi durian ini juga diharapkan menjadi tonggak penting dalam pengembangan komoditas unggulan Sulawesi Tengah, sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai salah satu sentra durian berkualitas di Indonesia, agar bisa menguasai pasar internasional.

Pada Februari 2026, Gubernur Sulteng telah melepas ekspor perdana 27 ton komoditas durian beku dari Kabupaten Parigi Moutong menuju pasar Tiongkok.

Ia juga mendorong agar Kabupaten Parigi Moutong menjadi pusat pengembangan durian di Sulteng, dengan proyeksi perluasan lahan secara masif sebagai strategi jangka panjang untuk memperkuat posisi daerah di pasar internasional.

Sementara itu, perwakilan manajemen PT Pondok Durian Sulawesi, I Putu Edi Tangkas, mengatakan kehadiran rumah kemas tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas pengolahan dan distribusi durian, termasuk untuk kebutuhan ekspor.

Ia menyebutkan, produk durian asal Sulawesi Tengah saat ini telah menembus pasar internasional, khususnya ke Tiongkok, yang dinilai menjadi peluang besar bagi petani lokal untuk meningkatkan pendapatan.

Selain itu, perusahaan juga telah menyerap sekitar 200 tenaga kerja yang mayoritas berasal dari masyarakat setempat.

“Dengan adanya rumah produksi ini, kami berharap dapat meningkatkan perekonomian daerah sekaligus menarik minat investor untuk berkolaborasi,” ujarnya.



Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026