
Bupati Banggai sebut enam fokus prioritas pembangunan daerah

Palu (ANTARA) - Bupati Banggai, Sulawesi Tengah, Amirudin menyebutkan enam fokus prioritas pembangunan daerah tahun 2027 dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).
Bupati Banggai Amirudin dalam keterangannya di Palu, Senin, mengatakan bahwa perencanaan pembangunan 2027 bukan sekadar melanjutkan program sebelumnya, melainkan memasuki fase transformasi yang berbasis data, kinerja fiskal, serta penguatan ekonomi daerah.
“Jika melihat capaian Kabupaten Banggai hingga tahun 2025, kita patut bersyukur, namun tidak boleh berpuas diri. Alhamdulillah, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Banggai pada tahun 2025 tercatat sebesar 3,78 persen, yang menunjukkan adanya perbaikan dibandingkan periode sebelumnya,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa kinerja perekonomian daerah juga menunjukkan tren positif yang tercermin dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita yang telah mencapai Rp116,75 juta.
Menurut dia, angka tersebut menggambarkan tingkat produktivitas serta nilai tambah ekonomi yang dihasilkan oleh setiap penduduk dalam satu tahun, sekaligus menjadi indikator penting dalam mengukur tingkat kesejahteraan masyarakat secara umum.
Lebih lanjut, dia memaparkan bahwa dari sisi kesejahteraan sosial, angka kemiskinan di Kabupaten Banggai dalam enam tahun terakhir mengalami perkembangan yang fluktuatif, namun secara umum menunjukkan tren penurunan.
Pada periode 2022 hingga 2025, angka kemiskinan terus menurun hingga mencapai 6,23 persen atau sekitar 25.170 jiwa pada tahun 2025.
Bupati Banggai menyebutkan enam fokus prioritas pembangunan daerah tahun 2027, yakni peningkatan kualitas dan daya saing sumber daya manusia Kabupaten Banggai yang berbudaya, produktif, dan sejahtera, dan pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan berbasis potensi unggulan daerah.
Kemudian penyediaan, pemenuhan, dan pemerataan sarana dan prasarana dasar, termasuk penguatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) serta konektivitas wilayah, serta penguatan resiliensi terhadap bencana dan perubahan iklim serta kelestarian lingkungan hidup.
Selanjutnya, pemekaran wilayah serta pembangunan kawasan perkotaan dan perdesaan sebagai bagian dari strategi pemerataan pembangunan dan penguatan reformasi birokrasi yang berdampak, dan berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Banggai, Pupung Diliyanto menyampaikan pentingnya penerapan pendekatan perencanaan yang holistik, tematik, integratif, dan spasial, sehingga setiap program pembangunan yang dirancang tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling terhubung dan mendukung dalam mencapai target pembangunan daerah.
Ia juga menyampaikan bahwa pasca Musrenbang akan dibentuk satuan tugas (satgas) yang bertugas mengevaluasi capaian program unggulan Bupati Banggai.
“Terkait implementasi 9 Gerbang Program Unggulan Bupati Banggai, kami menegaskan bahwa pasca pelaksanaan Musrenbang ini akan segera dibentuk Satuan Tugas yang bertugas secara khusus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap capaian output dan outcome, guna memastikan efektivitas, ketepatan sasaran, serta keberlanjutan dampak program bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, tercatat sebanyak 3.016 usulan program dan pokok pikiran yang diverifikasi oleh perangkat daerah mulai dari pemberdayaan ekonomi berbasis masyarakat, pembangunan infrastruktur, sektor sosial dan kebudayaan, hingga pengembangan sumber daya manusia dan masyarakat.
Pewarta : Nur Amalia Amir
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
