Logo Header Antaranews Sulteng

KN-SAR Bhisma bantu proses evakuasi ABK Nazila 05

Selasa, 31 Maret 2026 13:42 WIB
Image Print
Tim SAR memindahkan korban kapal tenggelam dari KN SAR Bhisma ke kapal rescue Gorontalo untuk dievakuasi ke Pelabuhan Pelindo Provinsi Gorontalo, Selasa (31/3/2026). ANTARA/HO-Kansar Palu

Palu (ANTARA) - KN SAR Bhisma milik Basarnas yang ditempatkan di Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) membantu proses evakuasi 21 anak buah kapal (ABK) KM Nazila 05 yang tenggelam di perairan Maluku Utara.

"Personel Pos SAR Luwuk dan crew KN SAR Bhisma ikut terlibat sejak hari pertama pencarian pada Senin (30/3)," kata Kepala Kantor SAR Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Palu atau Basarnas Palu Muh Rizal di Palu, Selasa.

KN SAR Bhisma dikerahkan melakukan pencarian pada hari pertama operasi menempuh jarak 133 mil laut. Di hari kedua pencarian pada pukul 08.24 Wita dilaporkan 21 ABK Nazila ditemukan sekitar 25 mil laut dari titik kapal tersebut tenggelam di perairan Maluku.

Rencananya 21 orang korban kapal tenggelam dievakuasi menuju Pelabuhan Luwuk menggunakan KN SAR Bhisma, namun dengan berbagai pertimbangan, selanjutnya para korban dipindahkan ke kapal Rescue Gorontalo untuk dibawa ke Pelabuhan Pelindo Gorontalo.

"Tim dari Pos SAR Luwuk sedang perjalanan pulang ke Banggai, sementara kapal evaluasi juga menuju ke Gorontalo. Diperkirakan korban tiba di Gorontalo sekitar pukul 20.23 Wita," ujarnya.

Pada kesempatan itu, ia berterima kasih kepada tim yang telah bekerja optimal melaksanakan operasi, dengan kerja solid membuahkan hasil yang baik. Dengan keberhasilan menemukan para korban, selanjutnya operasi SAR dihentikan dan ditutup.

"Semua korban ditemukan dalam keadaan sehat," ucap Rizal.

Peristiwa itu terjadi di wilayah perairan Taliabu sebelah utara, dimana kapal berlayar dari Pulau Taliabu pada Minggu (29/3) pukul 18.00 Wita dengan tujuan ke Desa Kema, Maluku Utara.

Pada Senin (30/3) sekitar pukul 03.30 Wita nakhoda menghubungi pemilik kapal dan melaporkan bahwa mereka mengalami patah haluan akibat cuaca buruk, lalu pukul 04.00 Wita nakhoda kembali menginformasikan bahwa kapal telah tenggelam dan seluruh ABK melakukan evakuasi mandiri menggunakan long boat.

"Dari laporan sebelumnya kami menerima informasi jumlah AKB dalam kapal itu 27 orang, setelah dikonfirmasi ulang data resmi ABK hanya 21 orang ikut berlayar," kata dia.




Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026