Logo Header Antaranews Sulteng

UNRWA serukan investigasi pembunuhan 390 staf PBB dalam konflik Gaza

Rabu, 1 April 2026 08:44 WIB
Image Print
Anak-anak Palestina terlihat di dekat tenda-tenda pengungsi di sebelah barat Kota Gaza, pada 19 Februari 2026. Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA) memperingatkan pada hari Kamis bahwa situasi kemanusiaan di Jalur Gaza "sangat buruk" karena pembatasan akses bantuan terus berlanjut. (ANTARA/Xinhua/Rizek Abdeljawad)

Moskow (ANTARA) - Komisaris Jenderal Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), Philippe Lazzarini, yang masa jabatannya berakhir pada 31 Maret, pada Selasa menyerukan penyelidikan atas pembunuhan 390 pekerja kemanusiaan selama konflik bersenjata di Jalur Gaza.

"Saya percaya kita perlu membentuk komisi, sebuah panel ahli tingkat tinggi, untuk menyelidiki pembunuhan staf kita," katanya dalam konferensi pers di Jenewa.

Isu tersebut telah diangkat oleh kantor Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan dalam dialog dengan negara-negara anggota PBB di New York, imbuhnya.

Lazzarini juga mengatakan bahwa tidak adanya penyelidikan semacam itu hingga saat ini dikarenakan bahwa konflik masih berlangsung. Dia juga mengutip serangan Israel yang terus berlanjut di wilayah tersebut meskipun ada perjanjian gencatan senjata.

Lembaga tersebut hampir akan ditutup karena kurangnya pendanaan dan sejumlah tindakan yang diambil untuk melemahkannya, sehingga mengancam perlindungan terhadap hak-hak rakyat Palestina, imbuhnya.

UNRWA melaporkan bahwa lebih dari 390 pekerja kemanusiaan, staf PBB, telah tewas sejak konflik terbaru di Gaza meletus pada Oktober 2023.

Pada Januari 2025, undang-undang Israel yang melarang aktivitas UNRWA mulai berlaku.

Otoritas Israel mengutip dugaan bukti yang melibatkan sejumlah karyawan badan tersebut dalam serangan 7 Oktober 2023 oleh militan Palestina, serta penggunaan infrastruktur UNRWA di wilayah tersebut untuk kegiatan militan, sebagai dasar hukum tersebut.

Sumber: Sputnik-OANA




Pewarta :
Editor: Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026