Logo Header Antaranews Sulteng

Puluhan ribu orang hadiri Haul Ke-58 Guru Tua di Kota Palu

Rabu, 1 April 2026 14:42 WIB
Image Print
Suasana peringatan Haul Ke-58 Habib Sayyid Idrus bin Salim Aljufri atau Guru Tua dipusatkan di Kompleks Perguruan Alkhairaat, Kota Palu, Rabu (1/4/2026). ANTARA/Fauzi Lamboka

Palu (ANTARA) -

Puluhan ribu orang menghadiri peringatan wafat pendiri Perguruan Alkhairaat atau Haul Ke-58 Habib Sayyid Idrus bin Salim Aljufri atau Guru Tua dipusatkan di Kompleks Perguruan Alkhairaat, Kota Palu, Sulteng, Rabu.

Warga Alkhairaat (Abnaulkhairaat) berdatangan dari berbagai daerah di Indonesia, tumpah-ruah di lapangan kompleks Alkhairaat seluas satu hektare. Bahkan, pengunjung membludak hingga Jalan Sis Aljufri Kota Palu, depan Kantor Pengurus Besar (PB) Alkhairaat.

Haul ke-58 jatuh pada Rabu, 12 Syawal 1447 Hijriah/1 April 2026 mengusung tema, "Meneguhkan spirit keteladanan Guru Tua dalam bingkai peradaban ilmu dan akhlak". Sebelum puncak haul, telah dilaksanakan Festival Raudhah SIS Aljufri sejak 28 hingga 30 Maret 2026.

“Haul bukan hanya untuk warga Alkhairaat, ini untuk alumni maupun pecinta Alkhairaat,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Besar (PB) Alkhairaat Djamaludin Mariadjang.

Kondisi terkini Alkhairaat tidak kurang dari sepuluh juta Abnaulkhairaat tersebar di seluruh Indonesia. Khusus di bidang pendidikan, Alkhairaat memiliki satu perguruan tinggi, sekitar 50 pondok pesantren, serta 1.700 madrasah pada seluruh tingkatan pendidikan.

Guru Tua lahir di Taris, Hadramaut, Yaman, 15 Maret 1892 dan wafat di Palu pada 22 Desember 1969. Dia lahir dari keluarga ulama yang memiliki sanad keilmuan dan nasab yang mulia hingga kepada Sayyidina Husain bin Fatimah Az-Zahra, cucu Rasulullah SAW.

Dengan biaya sendiri, Guru Tua mendirikan madrasah pertama di Palu pada 14 Muharram 1349 H (11 Juni 1930). Nama yang dipilih Alkhairaat, bukan sekadar nama, tetapi doa tentang kebaikan yang terus mengalir.

Dari satu madrasah sederhana, Alkhairaat tumbuh menjadi jaringan pendidikan yang luas. Dalam waktu puluhan tahun, cabangnya menjangkau ratusan hingga ribuan, tersebar di Sulawesi, Maluku, dan kawasan timur Indonesia.



Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026