
Donggala tekan angka pengangguran lewat pelatihan calon PMI

Donggala (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng) menekan angka pengangguran lewat pelatihan kerja bagi calon pekerja migran Indonesia (PMI) di daerah tersebut.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Donggala Moh Ilham Yunus mengatakan angka pengangguran terbuka di daerah tersebut pada tahun 2025 mencapai 4.400 orang.
"Jadi berbagai upaya untuk menekan angka pengangguran itu seperti pendidikan dan pelatihan khususnya bagi calon Pekerja Migran Indonesia yakni pelatihan bahasa dan budaya Jepang," kata Ilham saat dihubungi media di Banawa, Rabu.
Ia mengemukakan program pelatihan kerja tersebut hingga saat ini masih terkendala akibat terbatasnya lapangan kerja formal di Kabupaten Donggala.
"Lapangan kerja formal di daerah masih kurang sehingga pemerintah membuka peluang kerja ke luar negeri melalui jalur resmi," ucapnya
Ia menuturkan program pelatihan bahasa dan budaya Jepang itu dilaksanakan dengan bekerja sama Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Yayasan Sing Indonesia serta mendukung program Satu Desa Satu PMI.
"Harapannya ke depan penyerapan tenaga kerja ke luar negeri bisa meningkat, sehingga angka pengangguran di Donggala dapat ditekan," sebutnya.
Menurut dia, pemerintah daerah segera melaksanakan pelatihan berbasis masyarakat melalui Mobile Training Unit (MTU) tahun 2026.]
"Pelatihan itu mulai dilakukan pada Mei mendatang seperti pelatihan menjahit di Kelurahan Boneoge dan pelatihan komputer di Desa Batusuya," kata dia.]
Ilham menyebutkan peserta pelatihan itu berdasarkan hasil musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) dan hasil reses DPRD yang telah diakomodasi dalam APBD.
Pemerintah daerah mendorong perluasan kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan, pelayanan penyelesaian perselisihan hubungan industrial, serta fasilitasi penempatan tenaga kerja.
"Peserta yang telah mengikuti pelatihan akan kami fasilitasi untuk mendapatkan pekerjaan, baik di dalam maupun luar negeri, Khusus untuk program pelatihan bahasa dan budaya Jepang, peserta yang dinyatakan lolos seleksi akan mengikuti uji kompetensi sebelum diberangkatkan bekerja ke Jepang sesuai prosedur yang berlaku," ujarnya.
Pewarta : Moh Salam
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
