
Wagub Sulteng paparkan sejumlah strategi tekan angka pengangguran

Palu (ANTARA) - Wakil Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Reny A. Lamadjido memaparkan sejumlah strategi inovatif dalam upaya menekan angka pengangguran di daerah tersebut.
Hal itu disampaikan saat mengikuti kegiatan presentasi kepala daerah yang diselenggarakan oleh Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri secara virtual di Palu, Rabu.
Wagub menyampaikan bahwa tingkat pengangguran di Sulawesi Tengah mengalami penurunan signifikan, dari 3,75 persen pada 2021 menjadi 2,92 persen pada 2025.
“Penurunan ini merupakan hasil dari berbagai program strategis yang difokuskan pada peningkatan keterampilan tenaga kerja, perluasan lapangan kerja, serta penguatan kolaborasi lintas sektor,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah terus mengoptimalkan penyelenggaraan fungsi ketenagakerjaan melalui pembinaan pelatihan, pemagangan, dan peningkatan produktivitas tenaga kerja.
Selain itu, lanjut dia, penguatan pasar kerja dan penempatan tenaga kerja juga menjadi fokus utama, disertai berbagai program perluasan kesempatan kerja yang menyasar masyarakat secara langsung.
Ia mengatakan satu bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memperluas kesempatan kerja diwujudkan melalui program penciptaan wirausaha baru yang mendorong masyarakat memulai usaha secara mandiri.
“Melalui penciptaan wirausaha baru, kita tidak hanya membuka peluang kerja bagi diri sendiri, tetapi juga berpotensi menciptakan lapangan kerja bagi orang lain,” katanya.
Ia menjelaskan program tersebut dilaksanakan antara lain melalui pemberian bantuan peralatan bagi kelompok usaha guna mendorong pertumbuhan usaha produktif serta meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.
Menurut dia, capaian tersebut turut diperkuat dengan prestasi yang diraih Provinsi Sulawesi Tengah dalam ajang Naker Inspirational Leadership Award 2025, dengan meraih peringkat ketiga kategori provinsi wilayah kecil pada Indeks Pembangunan Ketenagakerjaan (IPK).
Sementara itu, Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menekankan pentingnya kebijakan berbasis data dan inovasi dalam menyelesaikan persoalan ketenagakerjaan di daerah.
“Kita harus memastikan setiap kebijakan yang diambil berbasis data dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Kepemimpinan yang kuat juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan pembangunan daerah,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah inspirasi dalam perumusan kebijakan sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan kinerja pembangunan, khususnya pada sektor ketenagakerjaan.
Sementara itu, Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Februari 2026, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Sulawesi Tengah pada November 2025 tercatat sebesar 2,89 persen, turun 0,03 persen poin dibandingkan Agustus 2025.
Jumlah penduduk yang bekerja pada November 2025 mencapai 1.659,11 ribu orang atau meningkat sebanyak 6,26 ribu orang dibandingkan Agustus 2025.
Lapangan usaha yang mengalami peningkatan jumlah tenaga kerja terbesar adalah sektor penyediaan akomodasi dan makan minum, yakni bertambah 16,14 ribu orang atau sebesar 0,95 persen poin.
Sementara itu, sektor yang mengalami penurunan terbesar adalah perdagangan besar dan eceran, termasuk reparasi dan perawatan mobil serta sepeda motor, yang berkurang sebanyak 12,87 ribu orang atau sebesar 0,83 persen poin.
Pewarta : Nur Amalia Amir
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
