
ROA-Disbunnak latih kelompok perempuan Rio Pakava kelola ternak babi

Palu (ANTARA) - Relawan untuk Orang dan Alam (ROA) bersama Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Sulawesi Tengah memberikan pelatihan pengelolaan ternak babi kepada kelompok perempuan di Kecamatan Rio Pakava, Kabupaten Donggala, guna mendorong kapasitas dan kemandirian ekonomi rumah tangga.
Relawan untuk Orang dan Alam (ROA) bersama Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Sulawesi Tengah memberikan pelatihan pengelolaan ternak babi kepada kelompok perempuan di Kecamatan Rio Pakava, Kabupaten Donggala, guna mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Perwakilan Relawan untuk Orang dan Alam, Rizal, di Donggala, Rabu, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program penguatan kelompok dalam mengembangkan usaha peternakan.
“Melalui kegiatan ini, kami melibatkan Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tengah untuk memperkuat Kelompok Perempuan Maju Jaya di Desa Rio Mukti agar lebih memahami pola beternak yang lebih baik,” katanya.
Ia mengatakan bahwa meskipun anggota kelompok telah memiliki pengalaman dalam mengelola ternak, mereka masih membutuhkan pengetahuan yang lebih mendalam terkait tata kelola peternakan sesuai standar yang baik agar dapat menghasilkan ternak yang berkualitas.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai teknik penggemukan ternak, manajemen pakan, pemeliharaan, hingga pengendalian penyakit yang disampaikan oleh narasumber dari Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tengah.
Salah satu narasumber dari UPT Pembibitan Ternak Disbunnak Sulteng, Zainal Effendi, menjelaskan usaha peternakan babi memiliki potensi ekonomi yang cukup besar karena permintaan pasar tinggi di sejumlah daerah, harga jual relatif stabil, serta meningkat pada momen hari besar atau kegiatan adat.
Menurut dia, perputaran modal dalam usaha ternak babi juga cukup cepat karena babi potong dapat dipanen dalam waktu sekitar lima hingga tujuh bulan.
"Selain itu, babi memiliki tingkat reproduksi yang tinggi, di mana dalam satu kali melahirkan bisa menghasilkan delapan hingga 12 anak sehingga populasi dapat berkembang cepat apabila manajemennya baik,” katanya.
Sementara itu, narasumber lainnya, Irfan Rengga mengatakan pakan ternak babi relatif fleksibel, namun peternak perlu memperhatikan komposisi nutrisi dengan memanfaatkan bahan lokal seperti dedak, daun ubi, konsentrat, dan jagung olahan.
Ia juga mengingatkan adanya ancaman penyakit seperti African Swine Fever (ASF) yang dapat menyebabkan kematian massal ternak.
“Oleh karena itu, kebersihan kandang harus selalu dijaga untuk mencegah penyakit. Selain itu, penting melakukan vaksinasi serta menghindari kontak antara ternak sehat dengan hewan yang sakit,” ujarnya.
Selain itu, Irfan mengingatkan pentingnya menjaga pola pemberian pakan secara teratur serta mengenali ciri-ciri ternak sehat, seperti aktif, memiliki nafsu makan baik, dan tidak mengalami diare.
Pewarta : Nur Amalia Amir
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
