
Pemprov Sulteng percepat penurunan stunting lewat "Berani Depak Stunting"

Palu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) berupaya memperkuat upaya percepatan penurunan prevalensi stunting dengan menghadirkan inovasi aplikasi Berani Depak (Deteksi Akar Penyebab) stunting.
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A Lamadjido di Palu, Jumat, mengapresiasi inovasi yang diinisiasi Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Provinsi Sulawesi Tengah melalui sistem informasi Berani Depak Stunting.
Menurut dia, platform digital tersebut dapat memperkuat koordinasi lintas sektor, memperluas jangkauan pengawasan, serta mempercepat penanganan stunting berbasis data yang akurat dan terintegrasi.
Ia menegaskan bahwa data yang akurat dan kolaborasi lintas sektor menjadi dua faktor kunci dalam menekan prevalensi stunting di daerah tersebut.
“Penanganan stunting membutuhkan data yang valid serta kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, perguruan tinggi hingga masyarakat,” katanya.
Aplikasi Berani Depak Stunting merupakan sistem informasi untuk membantu pengambilan data di lokus stunting guna mengidentifikasi akar penyebab stunting secara cepat dan tepat, sehingga intervensi dapat lebih terarah berbasis data.
Dalam implementasinya, sistem ini juga melibatkan perguruan tinggi, di antaranya Universitas Tadulako, melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Stunting.
Melalui program tersebut, mahasiswa dilibatkan secara langsung dalam pengumpulan dan pemutakhiran data di lapangan, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan stunting.
Selain itu, mahasiswa sebagai agen perubahan juga berperan sebagai tenaga pendamping dalam membantu identifikasi faktor risiko, verifikasi data keluarga sasaran, hingga penyampaian edukasi kepada masyarakat.
Menurut Wagub, model kolaborasi ini dinilai strategis dalam menjembatani kebutuhan data yang akurat dengan intervensi langsung di tingkat desa dan kelurahan.
Sementara itu, Pemprov Sulteng menargetkan penurunan angka prevalensi stunting hingga 19 persen pada 2026 dari 26,1 persen saat ini.
Karena itu, lanjut dia, dengan adanya inovasi ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap penurunan angka stunting di Sulawesi Tengah hingga 19 persen pada tahun ini.
“Terima kasih teman-teman P2KB atas inisiatif Berani Depak Stunting dan seluruh stakeholder yang sudah membantu," ujarnya.
Pewarta : Nur Amalia Amir
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
