Trump sindir pendahulunya soal Yerusalem

id trump

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (REUTERS/Jonathan Ernst)

Washington (antaranews.com) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Jumat waktu setempat memutar kembali rekaman video untuk menunjukkan bagaimana tiga pendahulunya – Bill Clinton, George W. Bush dan Barack Obama – membuat janji-janji tentang Yerusalem yang kemudian tidak mereka jalankan.

"Saya memenuhi janji kampanye saya – yang lainnya tidak!" cuit Trump di Twitter, mengunggah satu montase video mengenai pendahulunya untuk membuktikan pernyataannya.

Dalam kampanye mereka, Clinton dan Bush mengatakan mereka mendukung pemindahan kedutaan besar Amerika Serikat dari Tel Aviv ke Yerusalem, namun kemudian mengubah pikiran setelah menjabat. Sementara Barack Obama tidak pernah secara khusus membahas pertanyaan soal pemindahan kedutaan besar, namun menyebut Yerusalem "ibu kota Israel" menurut siaran AFP.

"Segera setelah saya dilantik saya akan memulai proses memindahkan kedutaan besar AS ke kota yang dipilih Israel sebagai ibu kota," kata Bush dalam sebuah pidato pada 2000 yang ditayangkan dalam montase video yang diunggah di Twitter Trump.

Video tersebut ditutup dengan gambar pidato Trump saat mengumumkan keputusan Amerika Serikat mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan memindahkan kedutaannya ke sana.

Dalam pidato itu, Trump menyinggung kurangnya "keberanian" dari mereka yang menjabat di Gedung Putih sebelum dia. Keputusan yang melanggar resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa dan kesepakatan internasional itu diprotes oleh ribuan orang di negara-negara Arab dan Muslim pada Jumat. Selain mengecam keputusan Trump, mereka menyuarakan solidaritas bagi rakyat Palestina. (skd)



Penerjemah: Natisha Andarningtyas

Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar