Logo Header Antaranews Sulteng

PKK-BKKBN Sulteng jalin kerja sama turunkan stunting

Senin, 13 April 2026 19:55 WIB
Image Print
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulteng Sry Nirwanti Bahasoan (kiri) dengan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulteng Tenny C. Soriton (kanan) menandatangani nota kesepahaman terkait stunting di Kota Palu, Senin (13/4/2026). ANTARA/Dokumentasi Pribadi

Palu (ANTARA) -

Tim Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulteng menjalin kerja sama dalam program penurunan stunting.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan sinergi bersama TP-PKK Provinsi Sulawesi Tengah. Kolaborasi ini menjadi langkah penting dalam memperkuat pembangunan keluarga dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” kata Kepala Perwakilan BKKBN Sulteng Tenny Calvenny Soriton di Palu, Senin.

Penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulteng Sry Nirwanti Bahasoan dengan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulteng Tenny C. Soriton, dilakukan di sela-sela peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-62 Sulawesi Tengah.

Kesepakatan bersama itu menitikberatkan pada sinergi program pembangunan keluarga, meliputi penguatan layanan kesehatan, peningkatan kualitas pengasuhan, serta percepatan penurunan stunting di seluruh wilayah Sulteng.

Selain itu, kerja sama juga mencakup pemberdayaan ekonomi keluarga sebagai bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Penandatanganan MoU tersebut dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat peran keluarga sebagai fondasi pembangunan daerah, sekaligus mengoptimalkan peran kader PKK dalam mendukung program Bangga Kencana.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A Lamadjido mengatakan penanganan stunting membutuhkan data yang valid serta kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, perguruan tinggi, hingga masyarakat.

Pemprov Sulteng menargetkan penurunan angka prevalensi stunting menjadi 19 persen pada 2026 dari 26,1 persen 2025.



Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026