Logo Header Antaranews Sulteng

Anwar Hafid: FKPA wadah komunikasi untuk perkuat persatuan

Selasa, 14 April 2026 19:23 WIB
Image Print
Gubernur Sulteng Anwar Hafid menghadiri kegiatan Silaturahmi Akbar Pemangku Adat se-Sulawesi Tengah yang dirangkaikan dengan pelantikan FKPA di Palu, Selasa (14/4/2026). ANTARA/HO-Humas Pemprov Sulteng

Palu (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid mengatakan pembentukan Forum Komunikasi Pemangku Adat (FKPA) sebagai wadah komunikasi untuk memperkuat persatuan di tengah keberagaman budaya masyarakat Sulawesi Tengah.

Anwar Hafid menyampaikan bahwa pembentukan FKPA bukan untuk mengatur adat istiadat, melainkan sebagai ruang komunikasi, diskusi, dan silaturahmi antara pemerintah dan para pemangku adat.

“Forum ini bukan untuk mengatur adat istiadat, karena itu adalah kewenangan penuh para pemangku adat. FKPA hadir sebagai wadah komunikasi, diskusi, dan silaturahmi untuk memperkuat persatuan di tengah keberagaman budaya di Sulawesi Tengah,” katanya dalam kegiatan Silaturahmi Akbar Pemangku Adat se-Sulawesi Tengah yang dirangkaikan dengan pelantikan FKPA di Palu, Selasa.

Ia mengatakan, acara yang mengusung tema “Dari Adat untuk Peradaban Dunia” ini menjadi momentum penguatan peran masyarakat hukum adat dalam pembangunan daerah, sekaligus bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun ke-62 Provinsi Sulawesi Tengah.

Ia menekankan pentingnya menjadikan nilai-nilai kearifan lokal dan spiritual sebagai bagian integral dalam sistem pemerintahan. Menurut dia, daerah atau negara yang mampu bertahan dan maju adalah yang berakar kuat pada dua hal tersebut.

Ia juga mencontohkan negara seperti Jepang dan Thailand yang mampu bangkit dan berkembang karena kuatnya nilai kearifan lokal dan nilai spiritual yang diinternalisasi dalam sistem kehidupan dan pemerintahan.

Gubernur menegaskan bahwa arah pembangunan Sulawesi Tengah ke depan mengusung semangat Berani Harmoni dan Berani Berkah, yakni pembangunan yang selaras dengan nilai budaya serta memberikan manfaat dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat, termasuk masyarakat hukum adat.

“Adat adalah fondasi dalam membangun masa depan yang bermartabat. Melalui tagline Berani Beradat, Berdaya untuk Masa Depan, kita menjadikan adat sebagai kekuatan dalam menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan rasa bangga atas kehadiran para tokoh penting dalam acara tersebut, termasuk para pemangku adat dan raja-raja se-Sulawesi Tengah.

Menurut dia, kehadiran para tokoh lintas generasi ini menjadi pertanda kuatnya persatuan dan kesatuan di Sulawesi Tengah.

Lebih lanjut, Anwar Hafid menegaskan bahwa pemerintah harus hadir dalam menjaga dan menghidupkan nilai-nilai budaya serta kearifan lokal di tengah masyarakat.

Karena itu, kata dia, FKPA diharapkan menjadi penggerak untuk menguatkan peran pemangku adat di seluruh wilayah Sulawesi Tengah.

Ia berharap forum ini dapat menjadi jembatan yang efektif antara pemerintah dan para pemangku adat di seluruh wilayah Sulawesi Tengah.

“Saya berharap forum ini bisa menjadi jalur penghubung antara pemerintah dan para pemangku adat, serta tidak hanya hadir di tingkat provinsi, tetapi juga terbentuk hingga kabupaten dan kota agar dapat membantu memfasilitasi para pemangku adat,” ujarnya.

Pada kesempatan ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga menyerahkan bantuan revitalisasi rumah adat se-Sulawesi Tengah sebagai wujud komitmen dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah agar tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.



Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026