Logo Header Antaranews Sulteng

Bupati Morut kunjungi Kemensos bahas penguatan penanggulangan kemiskinan

Rabu, 15 April 2026 21:49 WIB
Image Print
Bupati Morowali Utara Delis J Hehi (baju putih) berkunjung ke Kementerian Sosial (Kemensos) membahas penguatan penanggulangan kemiskinan dan percepatan pembangunan Sekolah Rakyat berlangsung di Jakarta, Rabu (15/4/2026). ANTARA/HO-Humas Pemkab Morut

Palu (ANTARA) - Bupati Morowali Utara (Morut), Sulawesi Tengah Delis J Hehi mengunjungi Kementerian Sosial (Kemensos) si Jakarta membahas penguatan kemiskinan melalui kolaborasi pemerintah daerah dan pusat.

"Kemiskinan merupakan tantangan pembangunan, maka upaya penanggulangan perlu kolaborasi semua pihak, termasuk bantuan pemerintah pusat," kata Delis J Hehi melalui keterangan tertulisnya diterima di Palu, Rabu.

Dalam pertemuan itu, ia menyampaikan kemajuan signifikan Kabupaten Morowali Utara dalam penanganan kemiskinan, pada 2025 angka kemiskinan di kabupaten itu 10,38 persen, turun 1,57 persen dari 2024 atau peringkat ketiga terendah di Sulteng setelah Kota Palu dan Kabupaten Banggai.

"Empat tahun terakhir angka kemiskinan di Morowali Utara mengalami penurunan yang cukup baik, dari sekitar 14 persen menjadi 10,38 persen. Kami menargetkan dua tahun ke depan dapat menekan angka ini lebih rendah lagi melalui program terintegrasi," ujarnya.

Ia menjelaskan, program terintegrasi dilakukan pihaknya yakni bedah rumah, bantuan ekonomi produktif melalui bantuan keuangan khusus (BKK) kepada kelompok usaha mikro dan kecil (UMK), dan pemberdayaan masyarakat pesisir.

Guna penguatan penanggulangan kemiskinan, Pemkab Morut juga membangun berkoordinasi dengan Bada Pusat Statistik (BPS) untuk kepentingan perbaikan data kemiskinan, sekaligus pengembangan aplikasi berbasis geolokasi serta citra satelit.

"Aplikasi itu memuat foto rumah, alamat lengkap, dan data geoteknik, sehingga program seperti Sekolah Rakyat dapat menjangkau langsung desa-desa prioritas di wilayah pesisir yang masih berada di desil terbawah," tuturnya.

Di kesempatan itu Delis juga menyatakan kesiapan daerahnya mendukung tahapan pembangunan Sekolah Rakyat, tahap 2 sudah dimulai, sementara tahap 3 memasuki proses verifikasi.

Menurut dia Sekolah Rakyat langsung menyentuh sendi-sendi sosial, terutama bagi masyarakat kurang mampu dari perspektif ekonomi, selain itu program tersebut juga bagian dari upaya pemerintah membangun sumber daya manusia (SDM) sebagai generasi penerus bangsa.

"Kami berharap program ini segera memberikan manfaat bagi anak-anak di Morowali Utara. Daerah kami siap berkolaborasi penuh dengan Kemensos untuk memastikan setiap anak dari keluarga rentan mendapatkan kesempatan pendidikan yang setara dan berkualitas," ucap Delis.

Sementara itu Kepala Biro Umum Kemensos Salahuddin Yahya mengatakan, pihaknya terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, termasuk melalui verifikasi data bersama BPS dan pendampingan Program Keluarga Harapan (PKH).

Hingga saat ini, pembangunan Sekolah Rakyat terus berlanjut di berbagai wilayah, dengan target ratusan unit sekolah beroperasi secara bertahap mulai tahun ajaran 2025/2026.

"Program Sekolah Rakyat diharapkan menjadi terobosan penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini sekaligus mendukung target nasional penurunan kemiskinan ekstrem," ujarnya.



Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026