Logo Header Antaranews Sulteng

Pertamina Sulawesi tegaskan informasi pendaftaran pangkalan elpiji berbayar hoaks

Rabu, 15 April 2026 22:09 WIB
Image Print
Dok- Petugas sedang menata tabung elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram. (ANTARA/HO-Pertamina Patra Niaga)

Palu (ANTARA) - Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menegaskan informasi beredar di media sosial terkait pendaftaran pangkalan elpiji bersubsidi berbayar tidak benar atau hoaks.

Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Lilik Hardiyanto melalui keterangan tertulisnya diterima di Palu Rabu memastikan, bahwa elpiji 3 kilogram merupakan produk subsidi pemerintah yang diperuntukkan khusus bagi masyarakat kurang mampu.

Sehingga penyalurannya mengacu pada kebijakan pemerintah dan mekanisme subsidi tepat sasaran.

“Elpiji 3 kilogram merupakan produk subsidi yang pendistribusiannya diatur oleh pemerintah dengan sistem kuota, sehingga harus dipastikan tepat sasaran kepada masyarakat yang berhak,” ujarnya.

Ia mengemukakan masyarakat lebih waspada terhadap informasi yang menyesatkan dan meminta bayaran mengatasnamakan Pertamina, maupun Pertamina Patra Niaga melalui berbagai platform komunikasi, termasuk media sosial yang bisa menyerupai akun resmi ataupun akun palsu.

“Perlu kami tegaskan bahwa pendaftaran menjadi pangkalan pangkalan elpiji subsidi tidak dipungut biaya alias gratis. Informasi yang mencantumkan biaya tertentu tidak benar dan bukan berasal dari Pertamina maupun Pertamina Patra Niaga," ucapnya.

Kata dia akun platform media sosial TikTok @pertaminagas3kg_lpg yang memberikan informasi terkait adanya biaya pendaftaran pangkalan bukan akun resmi.

Ia mengajak masyarakat cerdas menerima informasi di media sosial, karena Pertamina tidak pernah menerbitkan kebijakan seperti itu.

"Sebaiknya lakukan verifikasi melalui kanal resmi www.pertaminapatraniaga.com, akun sosial media @pertaminapatraniaga dan atau dapat menghubungi layanan resmi Pertamina Contact Center 135, karena tujuan oknum tertentu menipu masyarakat," tutur Lilik.



Pewarta :
Editor: Mohamad Ridwan
COPYRIGHT © ANTARA 2026