Logo Header Antaranews Sulteng

Nilai pasar durian Sulteng di ekspor raya Rp42,5 miliar

Kamis, 16 April 2026 15:54 WIB
Image Print
Kepala Balai Karantina Indonesia (Barantin) Sahat Panggabean menyampaikan sambutannya dalam kegiatan Berani ekspor raya durian ke Tiongkok berlangsung di Kota Palu, Kamis (16/4/2026). (ANTARA/Moh Ridwan)

Palu (ANTARA) - Balai Karantina Indonesia (Barantin) mengatakan nilai pasar durian asal Sulawesi Tengah (Sulteng) pada kegiatan yang dikemas dalam ekspor raya ke Tiongkok sebesar Rp42,5 miliar.

"Kami ingin Sulteng menjadi daerah eksportir komoditas durian nasional, maka konsistensi itu harus dijaga dan dikembangkan," kata Kepala Balai Karantina Indonesia Sahat M Panggabean saat menyampaikan sambutan dalam kegiatan Berani Ekspor Raya Durian ke Tiongkok di Palu, Kamis.

Ia mengemukakan volume durian pada kegiatan Berani Ekspor Raya mencapai 459 ton atau sebanyak 17 kontainer.

Kemudian sejak Januari hingga April 2026, Sulteng telah mengirim durian beku ke pasar negeri tirai bambu sebanyak 151 kontainer dengan nilai ekspor mencapai Rp377,5 miliar.

"Durian menjadi sumber ekonomi baru, maka Sulteng harus mempertahankan sebagai daerah sentra, kami di pemerintah pusat siap mendukung kelancaran ekspor hortikultura," ujarnya.

Sebagai implementasi dukungan itu, ia menginstruksikan pihaknya di daerah membentuk tim satuan tugas (satgas) mengawal proses ekspor, karena tidak menutup kemungkinan ada pihak-pihak yang mencoba menggagalkan kelancaran ekspor.

Ia juga meminta peran aktif pemerintah daerah (pemda) mengawal setiap proses pengiriman produk, sekaligus memberdayakan petani tentang budi daya durian yang baik dan benar, termasuk membatu sertifikasi kebun durian.

"Target ekspor Durian Montong asal Sulteng tahun 2026 dengan volume 8.100 ton atau senilai Rp750 miliar," ucap Sahat.

Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid (kopiah hitam), Menteri Transmigrasi M Iftitah Sulaiman Suryanagara(tengah) dan Kepala Barantin Sahat M Panggabean (kanan) menekan tombol sirene sebagai simbol dimulainya ekapor durian ke Tiongkok berlangsung di Kota Palu, Kamis (16/4/2026). (ANTARA/Moh Ridwan)

Ia menambahkan permintaan durian di Tiongkok sangat besar mencapai 8 miliar dolar AS atau setara Rp137 triliun per tahun dengan varietas unggulan, maka Indonesia sebagai pemain ekspor komoditas durian harus memanfaatkan peluang tersebut.

"Indonesia optimistis mampu merebut 5-10 persen pangsa pasar di sana dengan potensi devisa Rp6,4 hingga Rp12,8 triliun per tahun," paparnya.

Ia menambahkan sejak Januari 2025 total jumlah pohon durian di Sulteng sekitar 3,7 juta pohon dengan populasi produktif sejumlah 1,2 juta pohon dan belum produktif sejumlah 2,2 juta pohon.

"Potensi produksi durian di provinsi itu sebanyak 95.140 ton tersebar di seluruh Kabupaten/Kota dengan dominasi sentra durian berada di Kabupaten Poso dan Parigi Moutong, menurut data BPS Sulteng 2025," kata dia.




Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026