
BGN: Penerima manfaat MBG di Sulteng capai 524.789 orang

Palu (ANTARA) - Badan Gizi Nasional (BGN) RI menyebutkan 524.789 orang telah menerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Sulawesi Tengah.
“Sampai pada 17 April 2026, total penerima manfaat MBG di Sulawesi Tengah sebanyak 524.789 orang dengan semua kelompok penerima,” kata Direktur Tata Kelola Pemenuhan Gizi BGN RI Sitti Aidha Adha dalam kunjungannya di Palu, Minggu.
Ia menjelaskan total dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di provinsi ini sebanyak 225 dapur SPPG, dengan 28 persen dapur telah mendapatkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), serta didukung oleh 10.460 relawan atau staf operasional SPPG.
Sementara itu, lanjut dia, secara nasional program MBG telah menjangkau sekitar 61,93 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Ia menyebut saat ini dapur SPPG telah mencapai 26.663 unit dengan didukung 1,18 juta relawan SPPG.
Ia menyebut para relawan yang terlibat dalam operasional dapur SPPG telah mendapatkan pelatihan dari Dinas Kesehatan untuk memastikan kualitas dan keamanan makanan yang disajikan.
Ia menjelaskan dalam pelaksanaannya, setiap unit SPPG memiliki alokasi anggaran berkisar antara Rp900 juta hingga Rp1 miliar per bulan dengan mekanisme penyaluran bantuan pemerintah (banper) yang ditransfer langsung dari Kementerian Keuangan melalui perbankan Himbara menggunakan sistem virtual account, sehingga alur penggunaan dana dapat dipantau secara transparan dan akuntabel.
Karena itu, ia meminta pemerintah daerah untuk meningkatkan produksi pangan lokal, melibatkan petani, UMKM, dan koperasi, serta memastikan kebutuhan bahan pangan program dapat dipenuhi dari dalam daerah guna mendukung peningkatan ekonomi masyarakat.
Ia menekankan setiap dapur SPPG wajib memiliki tiga sertifikat, yakni Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), Sertifikat Halal, dan sertifikasi HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Points).
Menurut dia, program MBG tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga memiliki dampak luas terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia menuturkan, melalui program ini pemerintah ingin memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang cukup sekaligus membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini, termasuk pola makan yang baik dan berimbang.
Ia juga menambahkan, pemerintah terus melakukan penyempurnaan program melalui penyesuaian petunjuk teknis (juknis) berdasarkan berbagai masukan dari lapangan, mengingat program ini masih tergolong baru dan terus berkembang.
“Dengan dukungan semua pihak, baik pemerintah pusat, daerah, maupun masyarakat, kami optimistis program ini dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat yang lebih luas,” ujarnya.
Pewarta : Nur Amalia Amir
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
