Logo Header Antaranews Sulteng

Bulog percepat serap gabah petani di Sulteng

Senin, 20 April 2026 13:25 WIB
Image Print
Pimpinan Wilayah Bulog Sulawesi Tengah, Jusri memberikan keterangan terkait perkembangan serapan gabah/beras petani. (ANTARA/Kristina Natalia)

Palu (ANTARA) - Perum Bulog percepat penyerapan gabah petani di Sulawesi Tengah (Sulteng) guna mengejar target capaian 11.300 ton sebelum pertengahan tahun 2026.

"11.300 ton adalah target satu tahun, tetapi kami berkomitmen menyelesaikan target serapan lebih awal pada bulan Juli," kata Pimpinan Wilayah Bulog Sulteng Jusri di Palu, Senin.

Ia mengemukakan pada April 2026 telah realisasi penyerapan setara beras mencapai 2.879 ton atau sekitar 25 persen dari target.

"Sebanyak 1.600 ton terserap hingga awal Maret dan bertambah sekitar 1.200 ton pada April," ucapnya.

Ia menjelaskan, seluruh jajaran telah bergerak ke lapangan guna mempercepat serapan, termasuk menjalin komitmen dengan mitra di berbagai daerah sentra produksi.

Pihaknya juga optimistis penyerapan akan meningkat signifikan, seiring puncak panen raya yang diperkirakan berlangsung akhir April hingga awal Mei dan berlanjut hingga Juni nanti.

"Meski sudah ada target, kami berupaya melampaui. Semakin banyak produksi petani di serap maka semakin cepat pula realisasi swasembada pangan Indonesia," ujar Jusri.

Dalam pelaksanaannya Bulog tetap menggunakan dua pola penyerapan yakni pembelian gabah/beras dan "jemput bola" atau aktif turun lapangan.

Namun, pihaknya mengakui masih menghadapi tantangan dalam mengubah kebiasaan petani yang cenderung menjual hasil panen dalam bentuk beras.

"Kami mengintensifkan sosialisasi karena penyerapan gabah belum berjalan optimal dan memperluas jaringan mitra. Bukan hanya di wilayah Donggala tetapi penguatan terjadi di Morowali dan Morowali Utara, Parigi Moutong dan Tolitoli yang merupakan dari bagian sentra pangan Sulteng," tuturnya.

Pada penyerapan produksi petani, Bulog memastikan kualitas gabah tetap terjaga dan jaringan mitra terus bertambah, supaya serapan maksimal saat panen raya.

"Langkah ini dilakukan untuk mengamankan hasil panen raya sekaligus memperkuat cadangan beras pemerintah," kata dia.



Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026