Logo Header Antaranews Sulteng

TP-PKK Sigi panen ikan nila bioflok guna intervensi stunting

Kamis, 23 April 2026 18:16 WIB
Image Print
Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae didampingi Ketua TP PKK Sigi Siti Halwiah saat melakukan panen perdana ikan nila dengan sistem bioflok di Desa Kotapulu, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Kamis (23/4/2026). ANTARA/Moh Salam

Sigi (ANTARA) - Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), bersama pemerintah daerah setempat melaksanakan panen perdana ikan nila dengan sistem bioflok untuk intervensi stunting di daerah tersebut.

Ketua TP PKK Sigi Siti Halwiah mengatakan panen perdana ikan nila tersebut merupakan salah satu bagian dari Program Percepatan, Pencegahan, dan Penurunan Stunting (P3S) di Kabupaten Sigi.

"Tentunya ini menjadi komitmen organisasi dalam menyiapkan tambahan makanan bergizi bagi masyarakat yang membutuhkan khususnya balita penderita stunting dan ibu hamil KEK (Kurang Energi Kronis)," kata Halwiah saat ditemui awak media di Dolo, Kamis.

Pihaknya juga mengembangkan berbagai sumber pangan lainnya, selain budidaya ikan nila, yakni ayam petelur dan tanaman hortikultura mulai dari tomat hingga padi yang dikelola secara organik.

"Hasil panen ikan nila kali ini diperuntukkan untuk intervensi gizi masyarakat yang terkena stunting, khususnya di wilayah Dolo Selatan dan Dolo," ucapnya.

Menurut dia, TP PKK bersama pemerintah daerah fokus melakukan pencegahan sejak masa kehamilan agar kondisi bayi yang lahir nantinya tetap sehat dan tidak mengalami stunting.

"Jadi stunting ini harus kita cegah dari hamil KEK, ada sejumlah strategi mulai dari ibu hamil, nifas, dan menyusui, setelah itu melakukan intervensi dari usia 0 sampai 23 bulan pertama, 24 bulan hingga 59 bulan, remaja dan calon pengantin," sebutnya.

Sementara itu Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae mengapresiasi dukungan dari Tim Penggerak PKK yang sudah membantu tugas pemerintah daerah dalam menurunkan angka stunting di Kabupaten Sigi.

"Alhamdulillah, dengan keterlibatan Tim Penggerak PKK melalui bantuan pangan ini untuk masyarakat terkena stunting dapat membantu serta meringankan pemerintah daerah. Harapannya program ini tetap berjalan walaupun di tengah efisiensi dan tepat sasaran," kata Rizal.

Ia menuturkan jumlah angka stunting hingga tahun 2025 turun menjadi 11,55 persen dari 33 persen di kabupaten tersebut. "Stunting di Sigi turun sebesar 21,45 persen bahkan menjadi di bawah rata-rata target nasional 14 persen," ucap dia.

Diketahui, angka stunting sejak tahun 2021 hingga 2023 di Kabupaten Sigi terus menunjukkan penurunan, namun tahun 2024 terjadi kenaikan sebesar 6,6 persen dari 26,4 persen menjadi 33 persen.



Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026