Logo Header Antaranews Sulteng

Vale raih pinjaman sindikasi berbasis ESG senilai 750 juta dolar AS

Kamis, 23 April 2026 19:32 WIB
Image Print
PT Vale Indonesia peroleh fasilitas pinjaman sindikasi berbasis lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan atau Environmental, Social, and Governance (ESG) senilai 750 juta dolar AS. FOTO : ANTARA/HO/ (Dokumentasi Vale)

Kolaka (ANTARA) - PT Vale Indonesia Tbk memperoleh fasilitas pinjaman sindikasi berbasis lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan atau Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui skema Sustainability-Linked Loan (SLL) senilai 750 juta dolar AS, dengan opsi tambahan greenshoe sebesar 250 juta dolar AS.

Presiden Direktur dan CEO PT Vale, Bernardus Irmanto, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, mengatakan fasilitas tersebut menjadi pinjaman sindikasi perdana perusahaan sekaligus langkah strategis dalam memperkuat pembiayaan berkelanjutan.

“Fasilitas ini menandai langkah penting dalam perjalanan kami untuk menyelaraskan strategi pembiayaan dengan agenda dekarbonisasi dan pertumbuhan jangka panjang perusahaan,” kata Bernardus.

Ia mengatakan, fasilitas pinjaman tersebut didukung sindikasi 14 bank internasional dan mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribed hingga 1,7 kali, yang mencerminkan tingginya kepercayaan terhadap fundamental bisnis dan arah strategis keberlanjutan perseroan.

Menurut dia, dana hasil pinjaman akan digunakan untuk mendukung sejumlah proyek strategis perusahaan di Indonesia.

Pada 2026, sekitar 50 persen dana dialokasikan untuk pengembangan proyek IGP Pomalaa, sekitar 30 persen untuk proyek IGP Morowali, dan 20 persen untuk pengembangan IGP Sorowako Limonite.

Sementara pada 2027, pendanaan akan difokuskan pada kelanjutan proyek-proyek tersebut, termasuk pemenuhan hak partisipasi dalam proyek joint venture.

Bernardus menuturkan, pembiayaan berbasis keberlanjutan tersebut disusun mengacu pada Sustainability-Linked Financing Framework dengan indikator kinerja utama berupa penurunan intensitas emisi karbon dan peningkatan penggunaan energi terbarukan.

Ia menyebut, kedua indikator tersebut telah memperoleh penilaian “strong” dari lembaga Second Party Opinion* independen, yang menilai keselarasan target perusahaan dengan jalur pembatasan kenaikan suhu global 1,5 derajat Celsius sesuai Paris Agreement.

PT Vale, lanjutnya, juga berada pada posisi strategis dalam memenuhi kebutuhan nikel global yang terus meningkat seiring percepatan elektrifikasi dan pengembangan energi terbarukan.

Perusahaan saat ini mengandalkan pasokan energi terbarukan dari tiga pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang terintegrasi dalam operasional pertambangan.

Selain mendukung pengembangan bisnis, perseroan juga akan menyalurkan manfaat finansial yang diperoleh dari penyesuaian margin berbasis kinerja ESG ke dalam program pengembangan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Direktur Wholesale Banking UOB Indonesia, Harapman Kasan, mengatakan pembiayaan berbasis keberlanjutan menjadi semakin relevan dalam mendukung transformasi sektor industri.

“Transaksi ini mencerminkan pendekatan kami dalam mendukung nasabah melalui struktur pembiayaan yang selaras dengan target keberlanjutan yang terukur,” ujarnya.

Sementara itu, Global Head Metals & Mining Institutional Banking DBS, Mike Zhang, menilai sektor pertambangan memiliki peran penting dalam memastikan transisi energi berjalan secara bertanggung jawab.

Presiden Direktur PT Bank Mizuho Indonesia, Ken Matsuo, menambahkan tingginya minat bank peserta menunjukkan kuatnya kepercayaan terhadap model bisnis PT Vale di tengah volatilitas pasar.

Dengan pencapaian tersebut, PT Vale memperkuat posisinya sebagai perusahaan pertambangan yang tidak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan dan tata kelola perusahaan.



Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026