Logo Header Antaranews Sulteng

Sigi perkuat posyandu guna tekan angka stunting dan kemiskinan

Sabtu, 25 April 2026 16:19 WIB
Image Print
Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae saat memberikan arahan dalam kegiatan bimbingan teknis pengelolaan posyandu bidang kesehatan di Desa Doda, Kecamatan Kinovaro, Kabupaten Sigi, Sulteng, Sabtu (25/4/2026). ANTARA/HO-Diskominfo Sigi

Sigi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) mendorong penguatan peran Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) sebagai pusat layanan kesehatan ibu dan anak dalam menekan kasus stunting serta kemiskinan ekstrem di daerah tersebut.

"Jadi pentingnya posyandu sebagai simpul layanan sosial terpadu dalam percepatan penurunan stunting, kemiskinan ekstrem dan penguatan kesejahteraan masyarakat," kata Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae saat ditemui awak media di Kinovaro, Sabtu.

Ia mengemukakan posyandu saat ini tidak hanya layanan kesehatan dasar melainkan sebagai ruang kolaborasi lintas sektor untuk menjawab persoalan sosial masyarakat secara terintegrasi.

"Tentunya posyandu harus menjadi titik temu layanan kesehatan, perlindungan sosial, pendidikan keluarga, hingga intervensi kemiskinan. Ini bukan lagi kerja sektoral, tapi kerja kolaboratif," ucapnya.

Ia menuturkan penguatan posyandu menjadi penting seiring dorongan pemerintah pusat agar daerah memperkuat basis layanan masyarakat hingga level desa melalui data yang akurat dan intervensi yang tepat sasaran.

"Ke depan harus ada pembenahan data sosial sebagai fondasi kebijakan pemerintah daerah, sehingga seluruh lintas sektor mulai dari desa, kecamatan hingga OPD terkait lainnya bisa melakukan validasi data masyarakat miskin, kepesertaan bantuan sosial, serta basis data penerima layanan kesehatan," sebutnya.

Menurut dia, kesesuaian data menjadi kunci agar intervensi pemerintah tepat sasaran dan mencegah masyarakat rentan tidak masuk dalam program perlindungan sosial.

Rizal menyebutkan penanganan kemiskinan tidak hanya berbasis bantuan, tetapi harus menyasar akar persoalan melalui intervensi lintas sektor, mulai perumahan layak huni, pendidikan, layanan kesehatan, hingga pemberdayaan keluarga.

"Upaya percepatan penurunan stunting melalui penguatan peran Posyandu dan Puskesmas di Kabupaten Sigi," kata dia.

Ia berharap agar seluruh tenaga kesehatan, kader Posyandu, pemerintah desa dan OPD terkait lainnya memperkuat koordinasi dalam pemantauan ibu hamil, balita berisiko stunting, serta edukasi keluarga.

"Keberhasilan penanganan stunting sangat bergantung pada kerja tim dan konsistensi pelayanan hingga level desa," ujarnya.

Diketahui kasus stunting tahun 2025 turun menjadi 11,55 persen dari tahun sebelumnya di angka 33 persen.

Sementara itu masyarakat miskin di Kabupaten Sigi pada 2024 sebesar 12,83 persen dengan total 31.470 jiwa. Sedangkan masyarakat dengan status miskin ekstrem di Sigi sebanyak 5.080 jiwa dengan persentase mencapai 2,07 persen.



Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026