Bulog Kirim 7.000 Ton Beras Ke Sulut

id bulog, beras

Beras bulog (FOTO ANTARA/Eric Ireng)

Palu, (antaranews.com) - Bulog Sulawesi Tengah selama priode 2017 telah mengirim beras hasil pengadaan di daerah itu ke Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) sebanyak 7.000 ton.

"Ini pertama kali Bulog Sulteng mengirim beras keluar dalam jumlah besar," kata Kepala Bidang Pengadaan dan OPP Perum Bulog Sulteng, Bahar Haruna di Palu, Kamis.

Ia mengatakan pengiriman beras ke provinsi tentangga itu dikarena hasil pengadaan beras di Sulteng pada musim panen (MP) tahun ini cukup tinggi.

Realisasi pembelian beras petani, kata dia masih pada posisi akhir November 2017 telah melampaui target yang ditetapkan Perum Bulog.

Perum Bulog menargetkan penyerapan beras petani di Sulteng pada MP 2017 sebanyak 42.160 ton.

Tetapi Bulog telah berhasil membeli beras produksi petani selama kurun Januari-Desember 2017 ini sudah mencapai 43.000 ton.

Menurut dia, realisasi tersebut merupakan terbesar selama ini.

Dahulu, katanya, Bulog Sulteng menjadi salah satu Divisi Regional (Divre) Bulog yang mengalami defisit stok beras karena hasil pengadaan minim.

Tetapi dalam kurun dua tahun terakhir ini, kata dia, Bulog Sulteng tidak lagi mendapat pasokan beras dari daerah lain. Sebaliknya, justru Bulog Sulteng mengirim beras keluar terutama ke Sulut.

Pada 2018, Bulog Sulteng berharap bisa juga mengirim beras ke daerah lain seperti ke Maluku, daerah yang hingga kini masih membutuhkan topangan beras dari daerah lain.

"Kita upayakan. Karena itu, pengadaan beras MP 2018 harus berjalan dan bisa memenuhi target," kata dia.

Bahar juga menambahkan meski target pengadaan sudah tercapai, bahkan melebihinya, Bulog tetap masih terus melakukan pembelian produksi petani.

Selagi ada panen, Bulog Sulteng tetap membeli beras petani sesuai dengan standar harga yang telah ditetapkan pemerintah. Harga beras di tingkat petani saat ini berkisar Rp8.000an/kg.

Di tingkat pengecer, pemerintah pusat telah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) beras untuk medium Rp9.450/kg. (skd) 
Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar