Logo Header Antaranews Sulteng

Ditjenpas-Sulteng perkuat pembinaan moral anak binaan LPKA Palu

Minggu, 26 April 2026 22:51 WIB
Image Print
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Tengah (Sulteng) memperkuat pembinaan moral bagi anak binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Palu guna membentuk karakter anak binaan. ANTARA/HO-Kanwil Ditjenpas Sulteng

Palu (ANTARA) - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Tengah (Sulteng) memperkuat pembinaan moral bagi anak binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Palu guna membentuk karakter mereka.

Kepala Kanwil Ditjenpas Sulteng Bagus Kurniawan di Palu, Minggu, mengatakan pihaknya terus mendorong pembinaan moral bagi anak binaan, salah satunya melalui program pembinaan rohani.

“Pembinaan rohani menjadi fondasi penting dalam membangun kesadaran diri. Anak-anak ini tidak hanya menjalani masa pembinaan, tetapi juga dipersiapkan untuk kembali ke masyarakat dengan pribadi yang lebih baik,” katanya.

Ia mengatakan pembinaan rohani memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak binaan.

Menurut dia, pendekatan ini tidak hanya menyentuh aspek spiritual, tetapi juga berdampak pada perubahan sikap dan pola pikir.

Program ini, kata dia, menjadi bagian dari strategi pembinaan yang menitikberatkan pada perubahan perilaku dan penguatan nilai-nilai keagamaan sebagai bekal kembali ke masyarakat.

Kegiatan pembinaan rohani dilaksanakan secara rutin dengan pendampingan petugas serta pembina keagamaan di dalam LPKA Kelas II Palu.

Ditjenpas Sulteng menargetkan anak binaan tidak hanya menyelesaikan masa pidana, tetapi juga memiliki bekal moral dan mental yang cukup untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat.

Kepala LPKA Palu Welli mengatakan program pembinaan rohani yang dijalankan mulai menunjukkan hasil positif.

Hingga saat ini, tujuh anak binaan telah berhasil khatam Al Quran sebagai bagian dari proses pembinaan yang dilakukan secara konsisten di dalam lembaga.

Menurut dia, capaian tersebut tidak diperoleh secara instan, melainkan melalui pendampingan intensif serta pendekatan yang lebih personal kepada anak binaan.

“Ada tujuh anak binaan yang sudah khatam Al Quran. Ini bukan sekadar capaian, tetapi bagian dari proses perubahan yang kami lihat langsung, baik dari kedisiplinan maupun sikap mereka sehari-hari,” katanya.

Ia menjelaskan program pembinaan rohani tersebut bagian dari pendekatan terpadu yang diterapkan dalam proses pembinaan dengan menggabungkan aspek mental, spiritual, dan sosial.

Melalui program tersebut, diharapkan anak binaan tidak hanya menjalani masa pembinaan, tetapi juga mampu kembali ke masyarakat dengan perubahan sikap serta kesiapan mental yang lebih baik.



Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026