
Sigi dorong siswa tingkatkan budaya literasi dan kearifan lokal

Sigi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) mendorong seluruh peserta didik di daerah tersebut dapat menumbuhkan dan meningkatkan budaya literasi serta melestarikan kearifan lokal sejak dini.
"Jadi memang pentingnya peningkatan budaya literasi anak-anak sejak dini," kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sigi Imron Noor saat ditemui awak media di Biromaru, Rabu.
Ia mengemukakan, literasi tidak hanya sebatas kemampuan membaca, tetapi juga mencakup kemampuan memahami, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan baik.
"Tentunya salah satu cara efektif melalui kegiatan bertutur tingkat sekolah dasar (SD) di Kabupaten Sigi yang mampu melatih keberanian, kemampuan komunikasi, serta menanamkan nilai-nilai budaya melalui cerita rakyat," ucapnya.
Menurut dia, lomba bertutur tersebut menjadi relevan di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi digital saat ini.
Ia menuturkan, tujuan utama lomba bertutur untuk menumbuhkan kegemaran membaca pada anak, meningkatkan kecintaan terhadap karya budaya bangsa, serta mempopulerkan buku cerita rakyat yang sarat nilai kehidupan.
"Lomba bertutur ini dapat menjadi sarana membangun karakter generasi muda melalui kisah-kisah kepahlawanan dan legenda, sekaligus mempersiapkan mereka menjadi generasi yang gemar membaca," sebutnya.
Ia menyebutkan, jumlah peserta lomba itu sebanyak 29 orang dari tahun sebelumnya hanya 15 peserta.
"Harapannya lomba bertutur ini bisa terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi program prioritas pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan literasi serta melestarikan budaya lokal," kata dia.
Ketua Bunda Literasi Kabupaten Sigi Siti Halwiah mengatakan lomba bertutur tidak sekadar perlombaan, tetapi bagian dari upaya membentuk karakter generasi muda di masa mendatang.
"Melalui bertutur, anak-anak tidak hanya menyampaikan cerita, tetapi juga menghidupkan nilai-nilai kehidupan dan melestarikan budaya bangsa," ucap Halwiah.
Ia menjelaskan, literasi merupakan fondasi penting dalam menghadapi perkembangan zaman.
"Literasi bukan hanya kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, dan mengkomunikasikan gagasan dengan baik," sebutnya.
Halwiah berharap lomba bertutur dapat melahirkan generasi muda Sigi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, percaya diri, serta mencintai budaya dan kearifan lokal.
" Ke depan melalui kegiatan ini mampu memberikan dampak nyata dalam meningkatkan literasi anak sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya daerah melalui cerita rakyat," ujarnya.
Pewarta : Moh Salam
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
