
Pemprov Sulteng paparkan potensi daerah ke dubes indonesia untuk oman

Palu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) memaparkan potensi daerah kepada Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia (LBBP RI) untuk Kesultanan Oman merangkap Republik Yaman di Palu, Rabu.
“Kita punya banyak produk unggulan, seperti tenun Donggala, hasil pertanian, perikanan, dan perkebunan yang bisa kita dorong ke pasar ekspor,” kata Gubernur Sulteng Anwar Hafid di Palu, Rabu.
Hal itu disampaikan gubernur saat bertemu dengan perwakilan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) dan Dubes LBBP untuk Oman dan Yaman Andi Rahadian.
“Negara seperti Oman punya potensi besar. Kami perlu melihat langsung peluang kerja sama yang bisa dikembangkan di sana,” katanya.
Dia berharap dapat membuka peluang kerja sama ekonomi, dan memperluas akses pasar global bagi produk unggulan Sulteng.
Selain itu, Pemprov Sulteng terus mendorong pembukaan jalur ekspor langsung, agar tidak bergantung pada negara perantara. Kemudian, peningkatan konektivitas internasional melalui rute penerbangan baru, menjadi langkah strategis untuk menarik wisatawan mancanegara.
“Dengan konektivitas yang semakin terbuka, kita bisa mendorong wisatawan datang dan sekaligus memperluas peluang investasi,” katanya.
Ia menambahkan, potensi kawasan pariwisata seperti di Kabupaten Banggai memiliki daya tarik besar bagi wisatawan asing, terutama dengan potensi bahari yang dimiliki.
Menanggapi hal tersebut, Dubes LBBP untuk Oman dan Yaman Andi Rahadian menilai sejumlah produk Sulteng, memiliki peluang kuat di pasar luar negeri.
“Produk seperti durian, kelapa, hingga olahan beku, memiliki potensi besar untuk ekspor. Tinggal bagaimana kita dorong akses pasarnya,” katanya.
Pewarta : Fauzi
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
