Logo Header Antaranews Sulteng

Donggala gandeng semua pihak tekan angka stunting

Kamis, 7 Mei 2026 21:35 WIB
Image Print
ILUSTRASI - Kader PKK mengukur tinggi balita di Posyandu Bougenvile, Pemancar, Depok, Jawa Barat, Rabu (8/4/2026). ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

Donggala (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng) menyebutkan pentingnya keterlibatan seluruh pihak dalam penanganan kasus stunting di daerah tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Donggala Aprina Lingkeh mengatakan sejumlah upaya dalam menurunkan stunting belum sepenuhnya optimal dan tepat sasaran.

"Jadi berbagai intervensi terus dilakukan tapi masih ada tantangan seperti cakupan layanan dan perubahan perilaku masyarakat setempat," kata Aprina saat dihubungi awak media di Banawa, Kamis.

Ia menuturkan, angka prevalensi stunting di Donggala pada triwulan I tahun 2026 sebesar 17,53 persen.

"Tentunya angka itu masih berada di atas target nasional sebesar 14,4 persen pada 2029 mendatang," ucapnya.

Menurut dia, salah satu kendala utama yakni belum optimalnya pemantauan balita sehingga berdasarkan data Sigizi Kesga per 3 Mei 2026 bahwa cakupan penimbangan balita baru mencapai 76,2 persen dari total sasaran.

"Pada intinya ini berdampak pada akurasi data sekaligus efektivitas intervensi, karena masih ada balita yang belum terpantau secara menyeluruh," sebutnya.

Ia mengemukakan pihaknya mendorong penguatan intervensi spesifik seperti peningkatan distribusi tablet tambah darah bagi remaja putri dan ibu hamil, penguatan layanan kesehatan ibu dan anak, serta kampanye konsumsi pangan bergizi.

"Jadi langkah ini harus didukung dengan pendekatan lintas sektor, termasuk integrasi program berbasis masyarakat dan peningkatan peran kader dalam mendampingi keluarga berisiko stunting," kata dia.

Pemerintah daerah turut mengoptimalkan intervensi sensitif dalam penyediaan air bersih dan sanitasi layak guna memperbaiki kualitas lingkungan kesehatan masyarakat.

"Harapannya ke depan melalui strategi yang lebih terarah dan berbasis data sehingga upaya penurunan stunting di Kabupaten Donggala dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan," ujarnya.

Diketahui target prevalensi stunting di Kabupaten Donggala pada 2026 ditetapkan 24,3 persen, sedangkan angka stunting 2025 mencapai 29,6 persen



Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026