Logo Header Antaranews Sulteng

Trump ancam Iran dengan serangan baru jika tolak teken kesepakatan

Jumat, 8 Mei 2026 09:00 WIB
Image Print
Presiden AS Donald Trump berbicara selama perayaan untuk menghormati para ibu militer di Ruang Timur Gedung Putih di Washington, Amerika Serikat, pada 6 Mei 2026. ANTARA/Anadolu Agency/pri.

Washington (ANTARA) - Presiden AS Donald Trump mengancam Iran dengan serangan baru jika Teheran menolak untuk segera menandatangani kesepakatan.

"Kita akan menjatuhkan mereka dengan cara yang jauh lebih keras dan lebih brutal di masa depan, jika mereka tidak segera menandatangani kesepakatan itu!" kata Trump di Truth Social.

Sebelumnya pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran, sehingga menyebabkan kerusakan dan korban jiwa di kalangan warga sipil. Kemudian pada 7 April, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan.

Perundingan di Islamabad berakhir tanpa hasil, dan Trump memperpanjang penghentian permusuhan untuk memberi Iran waktu untuk mengajukan "proposal terpadu."

Selanjutnya pada Minggu malam, Trump mengumumkan Proyek Freedom untuk membantu kapal-kapal yang terblokir di Selat Hormuz dan berupaya meninggalkannya.

Sementara itu, pada Selasa, Trump mengatakan bahwa ia memutuskan untuk menghentikan operasi tersebut untuk sementara waktu guna melihat apakah kesepakatan damai dengan Iran dapat tercapai.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti



Pewarta :
Editor: Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026