
UIN Datokarama Palu kenalkan budaya Kaili kepada mahasiswa mancanegara

Sigi, Sulteng (ANTARA) - Fakultas Tarbiyah Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, Sulawesi Tengah mengenalkan budaya Etnis Kaili kepada mahasiswa mancanegara dari tiga negara di Asia Tenggara meliputi Thailand, Filipina dan Malaysia.
Pengenalan budaya lokal setempat dilakukan melalui program Datokarama International Short Course (DISC), ketika para mahasiswa tiba di Kampus II UIN Datokarama di Kabupaten Sigi, Senin.
"Kegiatan yang dimulai hari ini bukan sekadar pertukaran akademik biasa, melainkan upaya strategis untuk memperkenalkan wajah Sulawesi Tengah kepada dunia internasional," kata Dekan FTIK UIN Datokarama, Prof Saepuddin Mashuri.
DISC 2026 diselenggarakan oleh Pusat Hubungan Internasional Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat (LPPM) UIN Datokarama, diikuti mahasiswa dari lima perguruan tinggi, terdiri atas University of the Philippines, Benguet State University Filipina, Cordillera Career Development College (CCDC), University Islam Melaka Malaysia, dan Songkla University Thailand.
Rombongan mahasiswa dari lima perguruan tinggi tersebut disambut dengan tarian penyambutan tamu khas Kaili (Mokambu), yang diperagakan oleh tiga mahasiswi UIN Datokarama terdiri atas Hikmawati, Cahya Farhana, Khusnul Khatimah.
Tiga mahasiswi itu memperagakan tarian Mokambu dengan mengenakan pakaian adat lengkap khas Etnis Kaili, Selain itu FTIK UIN Datokarama juga memperkenalkan bahasa Kaili dan pakaian adat sub Etnis Kaili Ledo kepada peserta DISC.
Selain itu, pihak kampus mengenalkan nilai-nilai pelestarian lingkungan yang dijunjung oleh masyarakat Kaili.
"Melalui DISC, kami ingin mahasiswa dari Malaysia, Thailand dan Filipina pulang membawa cerita tentang keindahan budaya Kaili. Ini adalah cara kami membangun jembatan persahabatan melalui pendidikan dan kebudayaan," ujarnya.
Ia menjelaskan kegiatan internasional itu spesifik untuk FTIK, semua program studi mengusung tema yang mengarah pada solusi dalam mengatasi masalah krisis ekologi dengan berbagai pendekatan keilmuan dan keagamaan, serta budaya.
"DISC menjadi kegiatan penting bagi perguruan tinggi membangun diskusi, bertukar pikiran dan pengalaman untuk menguatkan solusi terhadap krisis ekologi," ucap Saepuddin.
Ia berharap kegiatan ini menjadi penggerak yang menguatkan upaya UIN Datokarama menuju perguruan tinggi terdepan di Asia Tenggara, dan menjadi kampus maju di tingkat internasional.
Pewarta : Mohamad Ridwan
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
