
Pemkot Palu paparkan implementasi Asta Cita presiden di daerah

Morowali, Sulteng (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Palu, Sulawesi Tengah memaparkan implementasi Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden RI yang dilaksanakan di daerah pada rapat koordinasi bersama pemerintah kabupaten se-Sulawesi Tengah.
"Berbagai langkah dan inovasi yang telah dilakukan Pemkot Palu untuk mendukung arah pembangunan nasional yang diintegrasikan dengan program daerah," kata Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhiddin pada rapat koordinasi evaluasi pelaksanaan Asta Cita Tahun 2026 berlangsung di Kabupaten Morowali," Rabu.
Ia mengemukakan, salah satu fokus utama dalam implementasi Asta Cita di daerah yakni program penanggulangan kemiskinan, di mana Pemkot Palu melakukan penguatan melalui intervensi lintas sektor yang terintegrasi.
Hingga saat ini sekitar 89 program yang terbagi ke dalam 103 kegiatan dan 151 sub kegiatan, dengan dukungan regulasi berupa satu peraturan daerah, empat peraturan wali kota, dan dua surat keputusan wali kota.
"Pemkot Palu menggelontorkan anggaran penanggulangan kemiskinan tahun 2025 mencapai Rp288,4 miliar, dengan tingkat realisasi sebesar 90,61 persen atau sekitar Rp261,3 miliar," ujarnya.
Ia menjelaskan Pemkot Palu juga bersiap ikut terlibat menyelenggarakan program Sekolah Rakyat (SR), sebagai salah satu program prioritas nasional dalam memberikan akses pendidikan gratis kepada masyarakat miskin.
Pihaknya telah mengusulkan kesiapan lahan kepada Kementerian Sosial (Kemensos) untuk dijadikan kawasan SR seluas 8,9 hektare, berlokasi di Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga.
"Sekolah Rakyat berhubungan dengan pengentasan kemiskinan. Program itu di dikhususkan untuk menyentuh warga miskin melalui pendekatan pendidikan, kami siap menjadi daerah menyelenggarakan SR," ucap Imelda.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) presentasi kemiskinan di Kota Palu pada 2025 berada di angka 5,26 persen, dari sebelumnya 5,95 persen pada 2024.
Lebih lanjut ia menjelaskan, di bidang perumahan Pemkot Palu melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman melaksanakan program bedah rumah, sebagai bagian dari dukungan terhadap program pembangunan tiga juta rumah.
Program itu menargetkan 349 rumah penerima manfaat dan hingga saat ini telah terealisasi sebanyak 168 unit rumah dengan bantuan senilai Rp20 juta per unit.
Sementara pada sektor ketahanan pangan, pihaknya terus memperkuat pengelolaan lahan dan tanaman pangan melalui program pengadaan, pengelolaan, dan pemanfaatan lahan, di mana pada tahun 2025 berhasil terealisasi 100 persen dengan dukungan anggaran sebesar Rp150 juta.
"Atas berbagai inovasi yang dilakukan, Kota Palu berhasil meraih juara II Kota Pangan tingkat internasional pada 2025 melalui inovasi yang diberi nama Palu Pangan," tuturnya
Dalam paparannya ia juga memperkenalkan sejumlah inovasi digital yang dikembangkan Pemkot untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, yakni aplikasi Sangu Palu menghadirkan delapan layanan publik terintegrasi.
Kemudian aplikasi SIPA Beta Palu yang memudahkan masyarakat dalam mengecek Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), maupun Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).
"Ada juga aplikasi diberi nama Kagali, dimanfaatkan untuk pengelolaan kegiatan lingkungan dan pemantauan pembayaran retribusi sampah berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK)," paparnya.
Melalui berbagai program dan inovasi, kata dia, Pemkot Palu menunjukkan komitmen dalam memperkuat program prioritas nasional, sekaligus meningkatkan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Pewarta : Mohamad Ridwan
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
