Logo Header Antaranews Sulteng

Pertamina tambah 392.910 pasokan elpiji subsidi ke Sulawesi momen HBKN

Kamis, 14 Mei 2026 17:50 WIB
Image Print
Petugas sedang mengangkut tabung elpiji subsidi 3 kilogram ke dalam truk untuk disalurkan kepada masyarakat, Kamis (14/5/2026). (ANTARA/HO-Pertamian Region Sulawesi)

Palu (ANTARA) - PT Pertamina Patra Niaga menambah sebanyak 392.910 pasokan elpiji 3 kilogram subsidi untuk Pulau Sulawesi pada momen libur Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Kenaikan Yesus Kristus 2026.

"Langkah ini diambil sebagai upaya antisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat selama HBKN dan libur panjang," kata Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Lilik Hardiyanto melalui keterangan tertulisnya di terima di Palu, Kamis.

Ia mengemukakan penambahan pasokan elpiji 3 Kilogram dilakukan di enam provinsi wilayah operasional Regional Sulawesi, dengan total tambahan mencapai sekitar 60,3 persen dari rerata penyaluran harian normal.

Adapun rincian penambahan elpiji subsidi tersebut meliputi Sulawesi Selatan sebanyak 209.040 tabung atau 60,7perssn dari rerata harian, Sulawesi Tenggara 43.120 tabung atau 58,1 persen, Sulawesi Barat 22.440 tabung atau 60,6 persen, Sulawesi Tengah 38.207 tabung atau 60,5 persen, Gorontalo 24.663 tabung atau 61 persen, dan Sulawesi Utara sebanyak 55.440 tabung atau 60,3 persen.

"Setelah disalurkan ke masing-masing daerah, kami memantau konsumsi elpiji di seluruh wilayah Sulawesi dan melakukan penambahan pasokan secara bertahap, sesuai kebutuhan di lapangan supaya distribusi tetap berjalan lancar selama masa libur," ujarnya.

Kata dia Pertamina juga berkoordinasi dengan agen dan pangkalan resmi, guna memastikan penyaluran tambahan elpiji 3 kilogram dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat sesuai ketentuan yang berlaku.

Pertamina mengimbau masyarakat membeli elpiji subsidi 3 kilogram di pangkalan resmi, karena memperoleh harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) ditetapkan pemerintah.

"Masyarakat juga dapat memperoleh informasi dan layanan maupun pengaduan terkait produk serta distribusi elpiji dengan cara menghubungi Pertamina Call Center (PCC) 135," tutur Lilik.

Ia juga meminta masyarakat melaporkan bila menemukan adanya indikasi penimbunan elpiji, maupun penyalahgunaan wewenang di tingkat agen maupun pangkalan.

"Silahkan laporkan ke layanan pengaduan kami, Pertamina pasti menindaklanjuti aduan tersebut," ucapnya.



Pewarta :
Editor: Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026