Logo Header Antaranews Sulteng

Bangkep dorong hilirisasi rumput laut tingkatkan daya saing

Selasa, 19 Mei 2026 19:47 WIB
Image Print
Wakil Bupati Banggai Kepulauan Serfi Kambey. ANTARA/HO-Kominfo Bangkep

Palu (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, mendorong penguatan industri hilirisasi rumput laut guna meningkatkan daya saing sektor kelautan dan perikanan serta pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir di daerah itu.

Wakil Bupati Banggai Kepulauan Serfi Kambey dalam keterangannya di Palu, Selasa, mengatakan Kabupaten Banggai Kepulauan memiliki potensi sumber daya laut yang besar, termasuk komoditas rumput laut yang selama ini menjadi salah satu sumber mata pencaharian masyarakat pesisir.

“Potensi kelautan yang kita miliki bukan hanya menjadi sumber penghidupan masyarakat, tetapi juga merupakan kekuatan ekonomi strategis yang harus dikelola secara optimal, berkelanjutan, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Ia mengatakan hal tersebut pada kegiatan Diseminasi Hasil Kajian Rumput Laut di Sulampua. Dia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan kajian hilirisasi rumput laut sebagai langkah strategis dalam mendorong penguatan sektor kelautan dan perikanan di daerah.

Menurut dia, rumput laut memiliki nilai ekonomi tinggi dengan peluang pasar yang luas, baik di tingkat nasional maupun internasional, serta dapat diolah menjadi berbagai produk turunan seperti bahan pangan, kosmetik, farmasi, hingga kebutuhan industri lainnya.

Karena itu, kata dia, pengembangan hilirisasi rumput laut dinilai penting agar Kabupaten Banggai Kepulauan tidak hanya menjadi penghasil bahan mentah, tetapi juga mampu menghasilkan produk bernilai tambah yang berdampak langsung terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.

Namun demikian, ia mengakui pengembangan industri rumput laut masih menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya keterbatasan infrastruktur pendukung, akses pemasaran, stabilitas harga, kualitas produksi, teknologi pengolahan, hingga penguatan kelembagaan dan tata kelola industri.

“Kegiatan diseminasi ini sangat penting sebagai ruang bersama untuk membahas berbagai persoalan sekaligus mencari solusi yang tepat dan berkelanjutan,” katanya.

Sementara itu, data produksi menunjukkan Banggai Kepulauan menjadi penghasil rumput laut terbesar di Sulawesi Tengah dengan capaian 696.340 ton pada 2024. Sementara total produksi rumput laut Sulawesi Tengah pada tahun yang sama tercatat sebanyak 752.242 ton.

Ia berharap hasil kajian tersebut dapat menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan daerah, penguatan program pemberdayaan masyarakat pesisir, serta mendorong lahirnya inovasi dan investasi pada sektor hilirisasi rumput laut di Kabupaten Banggai Kepulauan.

Pemerintah daerah, lanjut dia, berkomitmen mendukung pengembangan sektor kelautan dan perikanan melalui program pembinaan dan pemberdayaan masyarakat, serta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat, akademisi, dunia usaha, dan berbagai lembaga terkait.

Wakil Bupati juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama membangun ekosistem industri rumput laut yang sehat, produktif, inovatif, dan berkelanjutan.

Dia juga berharap forum tersebut tidak hanya menghasilkan rekomendasi, tetapi juga melahirkan komitmen nyata dan langkah tindak lanjut yang dapat diimplementasikan bersama demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat, membuka lapangan kerja, dan memperkuat ekonomi daerah secara berkelanjutan.



Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026