
58 kepala keluarga di Bolano Lambunu Parimo terdampak banjir

Parigi, Sulteng (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Parigi Moutong (BPBD Parimo), Sulawesi Tengah mengatakan 58 kepala keluarga (KK) di Kecamatan Bolano Lambunu terdampak bencana hidrometeorologi banjir.
"Dari laporan diterima empat dusun di Desa Gunung Sari terdampak banjir," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPBD Parigi Moutong Moh Rifai di Parigi, Selasa (19/5)..
Dilaporkan banjir terjadi sekitar Pukul 15.10 Wita dipicu hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut mengakibatkan air sungai meluap hingga ke pemukiman warga.
Adapun empat wilayah di Desa Gunung Sari terdampak yakni Dusun II 13 KK, kemudian Dusun III 26 KK, Dusun IV 17 KK, dan Dusun VI 2 KK.
"Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD masih melakukan asesmen, data sementara tidak ada warga mengungsi," ujarnya.
Rifai mengatakan hingga kini genangan air mulai surut dan belum ada ditemukan rumah warga rusak akibat dampak bencana hidrometeorologi itu.
"Meski terjadi genangan, warga tetap beraktivitas. Warga memilih bertahan di rumah masing-masing. Adapun fasilitas umum terdampak yakni jalan usaha tani terendam banjir," tuturnya.
Ia mengemukakan dari hasil kaji cepat dibutuhkan satu unit alat berat untuk melakukan pekerjaan normalisasi sungai yang mengalami pendangkalan.
Pada situasi darurat, petugas ingin memastikan warga dalam kondisi aman, sehingga langkah prioritas dilakukan yakni pemenuhan logistik kedaruratan.
"Parigi Moutong salah satu daerah rawan bencana hidrometeorologi banjir dan tanah longsor," ucap dia.
BPBD mengimbau warga yang bermukim di sekitar bantaran sungai maupun lereng gunung waspada bila terjadi hujan lebat dengan durasi panjang, karena bencana kapan saja bisa terjadi.
"Bila terjadi banjir segera cari tempat yang aman atau berlindung ke dataran lebih tinggi," kata dia lagi.
Pewarta : Mohamad Ridwan
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
