Logo Header Antaranews Sulteng

Pemkab Parigi Moutong memperkuat kerja sama pengelolaan lingkungan

Rabu, 20 Mei 2026 18:45 WIB
Image Print
Wakil Bupati Parigi Moutong Abdul Sahid menyampaikan sambutan dalam lokakarya advokasi kebijakan pengelolaan ekosistem mangrove dan kawasan pesisir oleh LSM ROA di Parigi, Rabu (20/5/2026). ANTARA/HO-Humas Pemkab Parigi Moutong

Parigi, Sulteng (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong, Sulawesi Tengah berkomitmen memperkuat jaringan kerja sama dengan berbagai pihak guna mewujudkan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.

"Menjaga keberlangsungan ekologi harus dilakukan bersama, termasuk melibatkan lembaga swadaya masyarakat (LSM) berfokus pada lingkungan," kata Wakil Bupati Parigi Moutong Abdul Sahid saat menghadiri lokakarya advokasi kebijakan pengelolaan ekosistem mangrove dan kawasan pesisir oleh LSM ROA di Parigi, Rabu.

Ia mengemukakan Parigi Moutong memiliki garis pantai sepanjang 512 kilometer membentang dari utara ke selatan di kawasan Teluk Tomini sehingga pengelolaan lingkungan berkelanjutan menjadi sentral dalam menjaga ekosistem alam.

Di kawasan pesisir, katanya, mangrove salah satu tumbuhan berperan penting menjaga ekosistem laut, sekaligus tembok alami penahan abrasi.

"Melalui kegiatan ini saya berharap lahir rekomendasi, gagasan dan langkah-langkah konkret yang dapat menjadi dasar penguatan kebijakan pengelolaan ekosistem mangrove dan kawasan pesisir di Parigi Moutong," ujarnya.

Ia meminta LSM turut mengedukasi masyarakat dan pemerintahan desa sehingga mereka mampu menjadi garda terdepan menjaga kelestarian lingkungan di wilayah masing-masing.

Hal itu, katanya, mengingat ekosistem mangrove menghadapi berbagai ancaman, mulai dari alih fungsi lahan, penebangan, pencemaran, hingga dampak perubahan iklim.

Dia menjelaskan ekosistem itu jika tidak dikelola secara bijaksana akan membawa dampak besar terhadap kehidupan generasi mendatang.

Oleh karena itu, katanya, diperlukan kolaborasi antara pemerintah daerah (pemda), pemerintah desa, organisasi masyarakat, akademisi, dunia usaha dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga dan mengelola kawasan pesisir secara berkelanjutan.

"Komitmen kami dituangkan dalam bentuk program pelestarian lingkungan, rehabilitasi kawasan pesisir dan penguatan partisipasi masyarakat," ucap Sahid.

Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sulawesi Tengah, wilayah pesisir Teluk Tomini, Kabupaten Parigi Moutong telah kehilangan lebih dari 1.200 hektare hutan mangrove dalam satu dekade terakhir akibat alih fungsi lahan dan pembalakan liar.

Akademisi Fakultas Kehutanan Universitas Tadulako (Untad) Palu Bau Toknok mengemukakan Parigi Moutong memiliki potensi besar sektor sumber daya alam dengan bentang alam yang khas di mana pegunungan curam berhadapan langsung dengan laut.

"Potensi ini seharusnya menjadi benteng alami dalam konteks peningkatan ekonomi masyarakat di sektor kelautan," kata dia.



Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026