Logo Header Antaranews Sulteng

Sulteng tindaklanjuti percepatan pembiayaan di Bappenas

Rabu, 20 Mei 2026 18:47 WIB
Image Print
Wakil Gubernur Sulteng Reny A. Lamadjido (ANTARA/HO-Humas Pemprov Sulteng)

Palu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menindaklanjuti percepatan dukungan pembiayaan, proyek strategis daerah di Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) di Jakarta.

"Kami telah bertemu staf khusus dan tenaga ahli dari Menteri PPN/Kepala Bappenas di Jakarta, sebagai tindak lanjut pertemuan awal Gubernur Sulteng dengan Kementerian PPN/Bappenas pada 14 Januari 2026," kata Wakil Gubernur Sulteng Reny A. Lamadjido di Palu, Rabu.

Dia menjelaskan pertemuan tersebut membahas percepatan dukungan pembiayaan terhadap sejumlah Proyek Strategis Daerah Sulteng, yang meliputi hilirisasi kelapa dalam, pengembangan tuna-cakalang-tongkol (TCT), wisata bahari, dan pengembangan rumput laut.

Wagub menegaskan bahwa proyek-proyek strategis tersebut merupakan langkah nyata Pemprov Sulteng, dalam mempercepat pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Pelaksanaan proyek-proyek strategis ini tidak lain dan tidak bukan, merupakan upaya percepatan pembangunan daerah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di Sulawesi Tengah,” katanya.

Menurutnya, pertemuan itu menjadi langkah strategis untuk memperoleh penjelasan yang lebih komprehensif terkait mekanisme penganggaran, kebijakan fiskal, serta sinkronisasi usulan proyek daerah dengan prioritas pembangunan nasional.

“Pertemuan ini kami lakukan untuk menindaklanjuti arahan, masukan, dan klarifikasi teknis terkait mekanisme penganggaran dan kesesuaian usulan proyek dengan prioritas pembangunan nasional, sehingga pelaksanaannya dapat berjalan optimal, akuntabel, dan selaras dengan kebijakan Pemerintah Pusat,” jelasnya.

Wagub menyampaikan bahwa seluruh usulan proyek strategis yang diajukan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah telah tercantum dalam Dokumen RPJMN 2025–2029 sesuai Perpres Nomor 12 Tahun 2025 dan telah disinergikan dengan RPJMD Sulawesi Tengah 2025–2029 sesuai Perda Nomor 1 Tahun 2025.

“Usulan kami telah memenuhi persyaratan perencanaan pembangunan, sehingga kami berharap dapat diikuti dengan langkah dukungan pembiayaan atau alokasi anggaran dari Pemerintah Pusat,” harapnya.

Dia juga memaparkan potensi dan kesiapan sejumlah proyek strategis daerah, di antaranya hilirisasi kelapa di Kabupaten Parigi Moutong yang diproyeksikan mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi hingga 3,3 kali lipat, serta pengembangan kawasan perikanan tuna, cakalang, dan tongkol di wilayah Donggala, Parigi Moutong, dan Banggai Laut.



Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026