Logo Header Antaranews Sulteng

PBB ingatkan sistem kesehatan Gaza tertekan karena krisis pasokan

Jumat, 22 Mei 2026 12:27 WIB
Image Print
Warga Palestina antri untuk mendapatkan makanan gratis dari dapur umum di Kota Gaza, pada 18 Mei 2026. ANTARA/Xinhua/Rizek Abdeljawad

New York (ANTARA) - Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) menyatakan sistem layanan kesehatan di Jalur Gaza masih di bawah tekanan sangat besar, sehingga penting segera dibuka akses masuk untuk pasokan esensial.

Berdasarkan laporan harian pada Kamis (21/5), OCHA menyebut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mencatat 22 serangan terhadap fasilitas kesehatan dan layanan perawatan medis di Gaza yang mengakibatkan korban jiwa atau berdampak pada transportasi medis dan fasilitas kesehatan.

Kantor koordinasi itu menambahkan mitra lembaga bantuan kemanusiaan masih kesulitan dalam mengakses air, di mana tiga dari empat keluarga kini bergantung pada air yang dikirim dengan truk.

Sejumlah organisasi bantuan kini mendistribusikan sekitar 24.000 meter kubik air setiap hari melalui sekitar 2.000 titik distribusi.

Akan tetapi, OCHA memperingatkan bahwa operasi pengiriman air sangat bergantung pada generator dan mesin yang bisa saja mengalami kerusakan akibat kurangnya material untuk perawatan dan perbaikan.

Secara terpisah, WHO menyatakan selama empat bulan pertama di tahun ini, lebih dari sepertiga permohonan izin berobat pasien di Yerusalem Timur dan Israel ditolak atau ditunda.

Menurut WHO, persetujuan izin saat ini jauh lebih sedikit dibanding sebelum perang dimulai pada Oktober 2023 lalu, dengan lebih dari dua pertiga permohonan berobat saat itu dikabulkan.

Sumber: WAFA





Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026